Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Sebanyak 160 orang Narapidana di Lembaga pemasyarakatan Kelas II A Curup, senin 6/4/2020 menghirup udara kebebasan. Para napi ini dibebaskan dalama rangka pencegahan dan penaggulangan penyebaran Covid-19 di Lembaga pemasyarakatan kelas II A Curup.

Disampaikan Kepala Kantor Wilayah kementerian hukum dan Ham Provinsi Bengkulu H Abdul Hany Bc.Ip, S.Pd,MH didampingi Kalapas Kekas 1 A Curup DR H Lalu Jumadi SH MH mengungkapkan Pengeluaran dan pembebasan Narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi sesuai dengan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

“Warga binaan yang dikeluarkan dan dibebaskan dari lapas curup ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Covid-19, kita tau lapas Curup ini kondisinya over kapasitas. Warga binaan yang dikembalikan ke Masyarakat ini yang telah menjalani 1/2 dari masa hukuman. Mereka ini tetap dalan pembinaan di bawah otoritas Lapas sedangkan pengawasan bibawah otoritas Kejaksaan,” ujar Abdul Hany, Senin (6/4).

Napi yang dibebaskan yakni untuk warga Rejang Lebong sebanyak 33 orang, Napi warga Kepahiang sebanyak 32 orang dan Napi asal Kabupaten Lebong sebanyak 12 orang.

“Pembebasan Napi ini sudah kita mulai dilakukan sejak tanggal 2 April secara bertahap,” kata Abdul Hany.

Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi pada saat menghadiri acara pelepasan dan pembebasan Napi di Aula Lapas Curup menyampaikan agar seluruh napi yang dibebaskan agar menaati aturan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 tersebut serta tidak mengulangi perbuatan melawan hukum.

“Di satu sisi kondisi mewabahnya Covid-19 ini menjadi berkah bagi Napi karena bisa lebih cepat keluar dari lapas, di sisi lain meski sudah bebas, warga binaan harus menjalani aturan terkait pembebasan ini. Saya minta agar megikuti aturan pemerintah agar jangan sampai terpapar Covid-19 dan tidak lagi mengulangi pelanggaran hukum agar tidak kembali ke Lapas ini,” kata Bupati.

Di tempat yang sama, Bupati Kepahiang Hidayatullah m nyampaikqn agar napi yang dibebaskan tersebut dapat berbaur dengan masyarakat dan menjalakan keahlian yang telah diperoleh selama menjalani masa pembinaan di lapas.

“Selama berada di lapas, mereka ini sudah mendapatkan pelatihan keterampilan dan pembinaan mental dan rohani, setelah bebas kita harap mereka ini dapat menggunakan keahlian yang sudah diperoleh dan tidak lagi melakukan kesalahan dan melanggar aturan yang ada pungkas,” Bupati Kepahiang. [Julkifli Sembiring]