Sekretaris KPU Kabupaten Lebong, Hendrivan Aptawan

PedomanBengkulu.com, Lebong – Setelah terbitnya surat edaran KPU RI nomor : 353/KU.04.13-SD/02/SJ/IV/2020 tentang Cut Off penggunaan dana hibah pemilihan kepala daerah serentak 2020. Dalam surat edaran tersebut disampaikan kepada seluruh KPU, yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, untuk melakukan pembekuan anggaran yang bersumber dari hibah Pemda terhitung 31 Maret 2020. Atau sejak ditetapkan penundaan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020.

“Surat edaran KPU RI ini merujuk dari hasil RDP di Komisi II DPR RI. Terdapat beberapa poin yang intinya menyepakati dana Pilkada yang belum diserap, sepakat dipindahkan untuk penanggulangan Covid-19. Maka anggaran yang masih ada di kas daerah, dibekukan sementara per 31 Maret 2020,” ungkap Sekretaris KPU Kabupaten Lebong, Hendrivan Aptawan kepada PedomanBengkulu.com Senin (6/4/2020) siang.

Ditambahkan Hendrivan, namun untuk penutupan transaksi masih bisa dilakukan untuk beberapa anggaran tertentu, dengan waktu pertanggungjawaban anggaran per 30 April 2020. Diantaranya penyusunan pertanggungjawaban dana hibah, kemudian pembayaran hutang-hutang atau kewajiban yang timbul sebelum penundaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Termasuk juga untuk kegiatan penyusunan laporan tahapan pemilihan sebelum penundaan. Pengarsipan berkas sinkronisasi DP4 dan DPT terakhir, dokumen verifikasi administrasi dukungan pasangan calon perseorangan, dan pembentukan badan ad hoc. Serta honorarium tenaga pendukung,  Pejabat Pembuat komitmen bulan April 2020 untuk membantu penyelesaian tugas, masih bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Selebihnya, lanjut Hendrivan, sisa anggaran hibah untuk Pilkada serentak tahun 2020, tidak bisa dicairkan dan akan tetap tersimpan di rekening KPU Kabupaten Lebong.

“Memang hanya beberapa kegiatan yang masih bisa digunakan. Kemudian sisa anggaran yang ada di rekening KPU akan dibekukan sementara, hingga adanya regulasi terbaru dari Kemendagri,” bebernya. [Supriyadi]