Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia cukup berdampak kepada petani karena juga berimbas terhadap penurunan harga jual hasil produksi pertanian.

Kalangan petani sayuran di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini mengeluhkan rendahnya harga jual aneka sayuran.

“Harga sayuran sekarang semuanya turun dan tidak ada yang membelinya, ini dampak dari penyebaran virus corona karena banyak pasar yang tutup sehingga sayuran yang kami hasilkan tidak bisa dipasarkan,” kata Sulastri (40), petani sayuran di Kelurahan Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, Rabu 1/4/2020

Adapun jenis sayuran yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah keriting yang sebelumnya mereka jual Rp35.000 per kg, turun menjadi Rp13.000-15.000 per kg. Kemudian cabai hijau berkisar Rp8.000 per kg, kol bulat dan sawi berkisar Rp1.000 per kg.

“Selain harganya rendah juga tidak ada yang beli, gudang sayuran yang selama ini tempat kami menjual banyak tutup karena pasar induk Jakabaring Palembang yang menjadi tempat pemasarannya juga tutup,” terangnya.

Untuk mencari tambahan pendapatan, paska turunya harga Sayur-mayur, Sulastri dan beberapa warga yang juga berprofesi sebagai petani beralih profesi menjadi pedagang asongan di terminal
tipe-A Simpang Nangka ini untuk sementara waktu. ” Agar ada penghasilan, kita berjualan di terminal, tapi pendapatan dari berjualan ini juga tak seberapa karena Bus yang masuk ke terminal juga semakin sedikit sejak Virus Corana ini,” kata Sulastri

Terpisah Imelda salah seorang pedagang pengepul sayuran di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang Lebong menjelaskan jika saat ini penjualan sayuran di wilayah itu mengalami penurunan drastis karena banyak pedagang dan pasar yang tutup akibat pengaruh dari penyebaran virus corona di Tanah Air belakangan ini.

“Saat ini kami hanya melakukan penjualan sayuran untuk pasaran lokal dan tidak lagi mengirim ke Palembang atau daerah lainnya. Stok sayuran yang ada ini hanya untuk kebutuhan pedagang keliling saja dan jumlahnya tidak banyak,” ujar dia.

Beberapa sayuran yang dibelinya dari petani di kawasan itu jumlahnya tidak banyak karena takut nanti tidak hasi terjual diantaranya kol bulat, cabai merah, cabai hijau, tomat, kol bulat, labu kuning dan umbi-umbian.

“Kalau sebelum ada Virus Corona ini, untuk tomat kita bisa menjual sampai 50 kota dengan berat 50-60 kg/kotak, sekarang ini paling banyak yang bisa kita jual sekitar 20 Kotak. Untuk pengiriman ke luar daerah bisa dikatakan tidak ada lagi dari gundang kita,” kata Imelda.

Kondisi kenaikan harga sebenarnya terjadi untuk Rempah rempahan seperti jahe merah, kunyit dan sirih namun produksi pertani semakin berkurang ditambah kesulitan untuk pengiriman ke wiilayah Palembang. Hal ini disampaikan pemilik Gudang Amin yang juga berada di jalan Lintas tepatnya di Desa Air Meles Atas.

“Untuk Jahe sebenarnya harga naik, sekarang ini kita menjual Rp 40 ribu/kg, tapi barang hanya sedikit, dalam satu minggu paling banyak kita bisa mengumpulkan 100 Kg. Untuk kunyit harga juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 2500/kg sekarang menjadi Rp 3000-4000/kg. Untuk sereh dari sebelumnya Rp 1500 naik jadi Rp 2000. Meski ada kenaikan, tapi kita mengalami kesulitan untuk pengiriman ke luar daerah karena pengakutan semakin sedikit. Sebagaian truk yang sebelumnya melayani pengiriman ke Palembang, kini menghentikan aktivitas,” kata Amin.[Julkifli Sembiring]