Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia Bengkulu, Septiansyah.

Di Bengkulu Baru Terpantau Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tak tahan melihat beban rakyatnya di tengah keterbatasan APBD, sejumlah kepala daerah di Indonesia berduyun-duyun menyerahkan gajinya untuk kebutuhan rakyat melawan Pandemi Covid-19.

Di Bengkulu, sumbang gaji dipelopori oleh Walikota Bengkulu H Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi.

Kemudian ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Lalu ada Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Walikota Kendari Sulkarnain K, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, Walikota Bogor Bima Arya, Bupati Bintan Apri Sujadi, dan masih banyak kepala daerah lainnya.

Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Bengkulu, Septiansyah, mengatakan, terlalu naif dan kerdil jiwa-jiwa yang menganggap aksi sumbang gaji ini dinilai politis.

Menurutnya, ini adalah ekspresi kerisauan pemimpin atas rakyat yang dipimpinnya.

“Alih-alih mengkritisi, bagusnya aksi sumbang gaji ini diviral-viralkan agar bawahan kepala daerah yang bersangkutan dan kepala-kepala daerah lainnya tegerak untuk melakukan hal yang sama,” kata Septiansyah.

Septiansyah menegaskan, keberpihakan dan ketulusan kepala daerah ikut diuji dalam menangani Covid-19 ini.

“Mana yang tulus jiwa raganya untuk rakyat terlihat di sini. Sekali lagi jangan dimaknai gagah-gagahan, ini penting sebagai motivasi. Mungkin gaji seorang kepala daerah tidak akan cukup untuk menangani semuanya, tapi ini soal usaha, ini tentang pengorbanan,” tegasnya.

Septiansyah berharap, Pemerintah Kota Bengkulu dapat mengelola bantuan untuk rakyat terdampak Covid-19 dengan baik dan terencana.

“Setiap hari saya mendapat keluhan tentang pendataan di bawah yang kusut. Tolong Pak Wali diurai masalahnya agar mereka yang dapat bantuan tepat sasaran. Di tengah krisis, stabilitas ekonomi benar-benar tak menentu. Ada yang hari ini kaya besok jatuh miskin. Tapi sedikit sekali yang miskin jadi kaya. Mudah-mudahan semua yang menerima bantuan benar-benar mereka yang terdampak Covid-19,” tutup mahasiswa IAIN Bengkulu itu. [Muhammad Qolbi]