PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu mendapatkan alokasi Rapid test dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia sebanyak 4800 unit.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Kantornya, Senin (6/4/2020) mengatakan, nantinya Rapid test tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Reacting terhadap kasus-kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 atau Virus Corona maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP) termasuk orang tanpa gejala tetapi mempunyai resiko kontak dengan kasus konfirmasi atau pernah kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19 yang tentunya harus dilakukan Rapid test.

Saat ini, jumlah yang sudah dilakukan pemeriksaan di Provinsi Bengkulu sebanyak 724 pemeriksaan. Tes terbanyak dilakukan di Kota Bengkulu yaitu sebanyak 208 pemeriksaan. Kemudian yang kedua pada Laboraturium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Bengkulu, kemudian Kabupaten Bengkulu Selatan dan Rumah Sakit M Yunus Bengkulu.

“Dari 724 itu yang reaktif hanya 1 dan 723 non reaktif,” imbuh Herwan Antoni.

Ia menyebutkan, pelaksanaan Rapid test harus dilakukan sebanyak dua kali yakni pemeriksaan pertama, kemudian untuk pemeriksaan keduanya sepuluh hari kedepan. Seandainya tes pertama negatif dan kedua pun negatif maka tidak perlu dilakukan lanjutan. Tetapi, jika tes pertama positif maka harus dilakukan pengambilan Swab dan jika tes pertama negatif dan tes kedua positif itu juga harus dilakukan pengambilan Swab, oleh karena itu jika memiliki ketersediaan Rapid test maka akan lebih mudah untuk melakukan Skrining dan lebih awal, baik itu terhadap ODP, PDP, Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun tenaga-tenaga kesehatan.

“Sehingga memudahkan kita lebih awal mendeteksi, kalau bertemu positif segera kita lakukan isolasi mandiri terhadap orang tersebut kalau tidak punya gejala. Kalau mempunyai gejala ringan cukup dirawat di rumah dan jika gejalanya menjadi PDP tentunya harus dirawat di rumah sakit,” ucap Herwan Antoni.

Herwan Antoni menambahkan, rapid tes sangatlah penting karena untuk medeteksi awal ODP, OTG dan petugas kesehatan yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.[Anto]