PedomanBengkulu.com, Bengkulu РPemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu termasuk lima daerah terendah dalam mengalokasikan anggaran penanganan dampak ekonomi, kesehatan dan anggaran penyediaan jaringan pengaman sosial akibat dari Corona Virus atau Covid-19. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik (Mendagri) Tito Karnavian saat melangsungkan Video Conference beberapa waktu lalu.

“Provinsi Bengkulu yang di zona merah covid-19, dalam penganggaran yang rendah di antara lima Provinsi yang menganggarkan dana untuk penanganan ekonomi, kesehatan dan penyediaan jaringan pengaman sosial untuk masyarakatnya,” ujar Tito.

Provinsi Bengkulu tambahnya, menganggarkan penangan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 sangat sedikit.

“Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov Bengkulu dalam penangan Covid-19 dari sisi ekonomi bagi masyarakatnya sebesar Rp 600.000.000,” terang Tito.

Tidak hanya dari sisi ekonomi, anggaran penangan kesehatan bagi masyarakat juga termasuk provinsi terendah bagi masyarakat yang terdampak.

“Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov Bengkulu dalam penangan Covid-19 dari sisi kesehatan juga rendah, bagi masyarakatnya sebesar Rp15.200.000.000,” ringkas Tito.

Begitu juga di sisi penangan penyediaan jaringan pengaman sosial untuk masyarakatnya yang terdampak Covid-19.

“Dari sisi penyediaan jaringan pengaman sosial bagi masyarakatnya juga rendah sebesar Rp15.000.000.000,” tutup Tito.

Dilain sisi, Dempo Xler sebagai dari F-PAN Dapil Kota Bengkulu berulang kali mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah supaya sesegera mungkin melakukan penganggaran dalam antisipasi Covid-19 di setiap daerah yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Sebagai dari F-PAN Kota Bengkulu, saya mengusulkan kepada Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk merelokasikan anggaran dana dalam memerangi Covid-19 ini sebesar Rp500 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu,” ungkap Dempo Xler, Senin (27/04/2020).

Menurutnya, Provinsi Bengkulu pasti mampu dalam merelokasi anggaran tersebut untuk memerangi Covid-19.

“Provinsi Bengkulu pasti mampu menganggarkan Rp500 miliar untuk memerangi Covid-19 ini, dan nanti dibagikan kepada setiap kepala daerah masing-masing yang ada di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Dempo menambahkan, dana Rp500 miliar tersebut bisa didapatkan melalui peralihan anggaran yang menurutnya untuk saat ini dinilai belum penting.

“Seperti pemangkasan dana hibah Pilkada, batalkan pembelian kendaraan dinas, pangkas seluruh uang perjalanan dinas dari setiap OPD dan DPRD, batalkan pembangunan fisik yang tidak urgent seperti pembangunan rehab lapangan tenis indoor, rehab balai semarak, hal itu belum penting,” tegasnya.

Dempo mengatakan, dengan anggaran tersebut sebaiknya diserahkan semuanya kepada pemerintah kabupaten dan kota dalam mengatasi covid-19.

“Rp500 miliar itu nantinya dibagi rata di setiap daerah, dalam penanggulangan bencana Covid-19. Diantaranya pembelanjaan seperti masker, alat rapid test, disinfektan serta Alat Pelindung Diri (APD) lainnya, dan persiapan sembako selama masa bencana Covid-19,” tutup Dempo. [Soprian]