PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Warga Kelurahan Bajak Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu inisial HB (34) terpaksa mendekam di bui setelah ditangkap Satuan Anggota Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu karena diduga telah menjual ribuan obat merk Samcodin. Ironisnya, obat sakit kepala yang disalahgunakan itu mayoritas yang membelinya merupakan remaja.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak, S.Ik didampingi Kasat Reskrim AKP Yusiady S.Ik di Mapolres Bengkulu, Senin (27/4/2020) mengatakan penangkapan terhadap HB dilaksanakan pada 25 April 2020 sekira pukul 23.00 WIB di kediamannya. HB ditangkap karena menjual obat Samcodin yang jumlahnya sebanyak 8.900 butir. Selain obat Samcodin, dalam penangkapan terhadap HB polisi juga mendapatkan 132 kaleng lem Aibon.

Kapolres menyebutkan, kalau melihat dari modusnya memang obat Samcodin dan lem ini sengaja di perjualbelikan kepada anak-anak yang diduga selama ini sering ngelem.

“Mudah-mudahan penangkapan ini menjadi awal untuk kita mengembangkan dan kita akan kejar sampai distributornya, karena kalau kita melihat dari penjualannya ini, seharusnya dia (tersangka) dengan toko kecilnya itu bukan tempatnya untuk menjual obat tersebut. Karena obat ini harus melalui resep dokter dan untuk lem inikan seharusnya di toko bangunan bukan di warung-warung atau di kios-kios. Dan peruntukannya ini sudah tidak sesuai,” kata Pahala Simanjuntak.

Pahala Simanjuntak menerangkan, dari hasil pemeriksaan awal, tersangka ini telah menjual obat tersebut selama 2 tahun. Pihaknya juga akan mengembangkan soal lem, karena kata, Kapolres saat penangkapan ini penyidik masih mendalami soal obat Samcodin. Pendalaman yang dilakukan yaitu sistem asal barang dan proses jual belinya yaitu melalui kurir atau tidak. Untuk sementara ini polisi menduga yang membeli obat samcodin atau target dari penjual itu adalah pelajar.

“Pengakuan dari pelaku obat dibeli secara online berserta lem berasal dari Palembang,” ucap Pahala Simanjuntak.

Pahala Simanjuntak menyatakan, pengungkapan tersebut berkaitan dengan operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dimulai sejak 20 April hingga 5 Mei mendatang. Pihaknya berharap operasi yang berjalan di bulan puasa ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman. Sehingga bagi yang melaksanakan ibadah puasa bisa betul-betul menjalankannya dengan hikmat.

“Kita akan proses lanjut kasus ini sesuai Undang Undang berlaku,” terang Pahala Simanjuntak. [Anto]