Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur

PedomanBengkulu.com, Lebong – Adanya salah satu warga Kabupaten Lebong yang sebelumnya bergabung dalam rombongan Jama’ah tabligh di Masjid Kebun Jeruk Jakarta dan sudah 10 hari pulang ke Kabupaten Lebong dan masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur meminta Satgas Covid-19 melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, untuk melaksanakan rapid test kepada ODP tersebut.

“Yang jelas karena dia berasal dari Jakarta dan disana (Masjid Kebun Jeruk,red) rombongannya sudah dikarantina dan sudah positif Covid-19, maka wajib dilakukan rapid test. Jika terhitung ODP ini masuk tanggal 23 Maret 2020, maka harus dilakukan rapid test,” tegas Kapolres Ichsan usai menghadiri rakor Satgas Gugus Covid-19 Kabupaten Lebong, yang dipimpin Sekda Lebong Mustarani Abidin serta dihadiri Dandim 0409 RL Letkol inf. Sigit Purwoko di aula Setda Lebong Rabu (1/4/2020) siang.

Ditambahkan Ichsan, kalaupun yang bersangkutan hasil testnya negatif, statusnya tetap masuk ODP sampai batas isolasi mandiri 14 hari selesai. Jika ditanya kenapa harus isolasi mandiri, karena ditempat yang ia datangi itu sudah dikarantina dan ditemukan ada yang positif Covid-19.

“Apalagi mereka yang berkumpul di markas Jamaah tabligh di Kebun Jeruk (Jakarta,red) mereka baru pulang dari Malaysia. Sama halnya yang di Kota Bengkulu, mereka juga baru pulang dari Malaysia,”

Tanpa ingin mendiskreditkan, lanjut Ichsan, jamaah tabligh ini sangat rentan penyebaran virus Covid-19. Karena mereka melakukan itikaf keliling masjid dan bertemu berbagai jama’ah yang berasal dari daerah yang masuk zona merah. Makanya dirinya mengimbau kepada anggota jamaah tabligh, yang baru pulang dari daerah zona merah itu wajib memeriksa kesehatannya dengan kesadaran sendiri. Jangan merasa bahwa dirinya sehat-sehat saja, tanpa melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Apalagi faktanya orang-orang yang termasuk positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala-gejala, tetapi setelah dilakukan tes hasilnya positif. Jadi dengan kesadaran sendiri saja, silakan melapor dan lakukan tes kesehatan dan isolasi secara mandiri,” imbaunya.

Kemudian sebagai langkah antisipasi, bukan hanya jama’ah dari Jakarta. Dua anggota Polres Lebong yang juga baru pulang ikut beri’tikaf di Kabupaten Bengkulu Tengah, langsung diperintahkan untuk mengisolasi diri secara mandiri.

“Bahkan dua anggota saya juga baru pulang itikaf di Kabupaten Benteng yang masih zona hijau tetap diperintahkan untuk isolasi mandiri selama 14 hari. Karena itu tadi, intensitas jamaah tabligh ini memang sangat tinggi bertemu dengan sesama jama’ah. Sekarang baru tiga hari, jika selesai 14 hari maka saya juga minta pihak Dinkes Lebong untuk memeriksanya,” pungkasnya. [Supriyadi]