Umat manusia diambang perubahan besar karena kehadiran Corona Virus Disease (Covid-19) di hampir seluruh dunia.

Makhluk tak kasat mata itu telah mengguncang tatanan ekonomi, sosial, budaya, politik hingga agama sebuah wilayah, dimanapun ia hadir dan hinggap ke tubuh manusia sebagai penyakit.

Seluruh ilmuwan hebat dunia sekarang tengah berlomba-lomba untuk menemukan obat dan vaksin pembasmi Covid-19.

Virus yang secara harfiah bermakna mahkota tersebut telah menunjukkan kehebatannya sebagai tentara Allah subhanahu wa ta’ala.

Covid-19 telah memantik orang-orang kaya berlomba-lomba menjadi dermawan menyedekahkan hartanya melawan dampak virus tersebut.

Media massa ikut berlomba-lomba menjadi yang tercepat, terakurat dan terlengkap dalam menyajikan informasi seputar Corona.

Karena Covid-19, cadar sebagai pakaian muslimah bertakwa yang tadinya dilarang di Prancis kini mulai diperkenankan bahkan menjadi busana populer.

Meski di Indonesia pembatasan sosial telah membuat masjid-masjid menjadi sepi, namun suara azan yang tadinya dilarang menggunakan pengeras suara di Jerman dan Belanda, akhirnya mulai diperbolehkan untuk memicu semangat warga melawan Corona.

Sampai di Bengkulu, Covid-19 telah memaksa seluruh pemerintah daerah mengkoreksi kebijakan belanjanya.

Diantaranya bahkan mengalokasikan anggaran dari kantong pribadi dan APBD yang tak sedikit untuk menghadang dampak Covid-19 bagi rakyatnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong mengusulkan dana Rp4,3 miliar untuk melawan Covid-19.

Lalu Pemkab Mukomuko Rp6,8 miliar, Pemkab Kaur Rp7 miliar, Pemkab Kepahiang Rp8 miliar, Pemkab Bengkulu Selatan Rp32 miliar, Pemkab Seluma Rp11 miliar,  Pemkab Bengkulu Tengah Rp14,6 miliar, Pemkab Bengkulu Utara Rp18,5 miliar, dan Pemkab Rejang Lebong Rp87 miliar.

Sementara Pemerintah Provinsi Bengkulu mengalokasikan Rp30,8 miliar serta membuka donasi bagi masyarakat umum dalam menangani Covid-19.

Yang spektakuler dari semuanya adalah Pemerintah Kota Bengkulu dengan alokasi sebesar Rp204 miliar dan mendorong agar seluruh pejabat di lingkungannya menyisihkan gaji untuk menolong rakyat yang tengah terhimpit di tengah wabah Covid-19 ini.

Guna memutus mata rantai Covid-19, Gubernur H Rohidin Mersyah memimpin pengisolasian sementara Masjid Agung At-Taqwa Anggut Atas sejak ditemukannya pasien positif yang pernah singgah sebentar di masjid tersebut saat keliling berdakwah di Kota Bengkulu.

Untuk tujuan yang sama, Walikota H Helmi Hasan memimpin penutupan eks lokalisasi Pulau Baai yang selama ini menjadi kawasan prostitusi terkenal di Bengkulu.

Inilah lomba lawan Corona. Sebuah perlombaan positif yang patut mendapatkan apresiasi dari orang-orang berjiwa bersih.

Sebuah perlombaan dalam kebaikan untuk menata ulang kembali wajah Bengkulu, bahkan wajah dunia yang lebih baik untuk seluruh umat manusia.

Tak perlu dituding-tuding sebagai dagangan politik.

Sebab, dalam hal ini, siapa yang menang dan kalah bukan hal yang prinsip.

Kemuliaan manusia bukan terletak pada hartanya, bukan pula pada kekuasaan dan keterkenalannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 2 sudah cukup jelas, sengaja Allah ciptakan kehidupan dan kematian untuk menguji siapa manusia yang terbaik amalnya.