PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Meski pelaksanaan pemilihan kepada daerah mengalamai pendundaan akibat merebaknya Virus Covid 19, namun peta perpolitikan di Kabupaten Rejang Lebong belakangan kian menarik, jika sebelumnya ada 3 pasangan kandidat yang telah resmi menyatakan telah memiliki pasangan, saat ini telah ada 4 kandidat yang memiliki pasangan untuk bersaing memperebutkan suara Pemilih di Rejang Lebong. Pasangan terkahir yang muncul ke permukaan yakni berasal dari kalangan Militer yakni Laksamanan Pertama TNI Dr H M Fasila Manaf SE MM MCDO dengan Politisi Fatrolazi SE yang telah beberapa kali duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Rejang Lebong dan DPRD Provinsi Bengkulu

“Saya dan Pak Faisal Sudah mantap berpasangan maju sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati untuk maju dalam Pilkada Rejang Lebong. Saya akan mendapingi Pak Fasial sebagai Wakil,” kata Fatrolazi, Saptu (4/4/2020).

Disampaikan Fatrol, sapaan Akrab Politisi PDI Perjuangan ini, bersedia mendapingi Faisal Manaf untuk maju dalam pilkada Rejang Lebong karena melihat figur Fasial memiliki visi dan misi untuk membangun Rejang Lebong untuk 5 tahun kedepan.

“Saya melihat pak Faisal ini sebagai sosok yang visioner yang mewakafkan dirinya untuk membangun Rejang Lebong. Dari tahun 2015 saya sudah sampaikan, Fatrol itu calon Bupati, karena aku yakin waktu itu bisa lebih baik dari calon si A Si B dan Si C. Kemudian pada tahun 2020 juga sudah menyatakan maju sebagai calon Bupati, saya juga berkomunikasi dengan Jendral ini dan kami saling mendoakan agar mendapatkan Perahu, sambil melihat kandidat yang lainya, tapi komunikasi tetap terbangun dan setelah berproses saya melihat pak Jendral ini memiliki kemampuan lebih dari Calon calon lainya. Selama ini saya memang mencari sosok yang mumpuni. Jika ada yang lebih baik maka akan saya dukung, tidak mesti saya yang maju. Seperti dengan pak Faisal ini, yang saya anggap lebih mumpuni. Dan suatu kehormatan bagi saya bisa mendampingi beliau. Kita jadi Bupati atau wakil Bupati untuk membanguan bukan untuk mencari materi dan ini saya temukan di sosok pak Faisal,” kata Fatrol.

Terkait rencana deklarasi menyatakan diri berpasangan, Fatrol mengungkapkan, dengan situasi wabah virus corona yang tengah menghantui negeri ini, sangat tidak memungkinkan untuk mengumpulkan masa pendukung dalam jumlah besar.

“Sebenarnya, rencana deklarasi sudah dari jauh hari dipersiapkan. Namun, dengan situasi yang ada saat ini, sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan. Kita juga mengikuti aturan yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai Partai Politik yang akan mengusung pasangan F2 (Faisal-Fatrol). Pihaknya belum dapat menyampaikan secara gamblang, demi menjaga etika politik.

“Untuk partai pengusung kami sudah siap. Karena etika politik, tidak mungkin kami sebutkan, karena itu kewenangannya partai. Namun, untuk gambarannya insya Allah 14 sampai 19 kursi di DPR. Kita juga telah siap untuk menghadapai pemilihan jika tetap pada jadwal 23 September 2020 atau jika ada penundaan hingga tahun 2021,” tutup Fatrol. [Julkifli Sembiring]