IST/Mendagri Tito Karnavian

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu termasuk lima daerah terkecil dalam mengalokasikan anggaran penanganan dampak ekonomi akibat dari Corona Virus atau Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik (Kemendagri) Tito Karnavian saat melangsungkan Video Conference.

Disampaikan oleh Tito Karnavian, Provinsi Bengkulu yang paling rendah diantara lima Provinsi yang menganggarkan anggaran penangan ekonomi.

“Provinsi Bengkulu yang di zona merah covid-19, yang paling rendah diantara lima Provinsi menganggarkan dana untuk penanganan ekonomi untuk masyarakatnya,” jelasnya.

Provinsi Bengkulu tambahnya, hanya menganggarkan penangan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak covid-19 sangat sedikit.

“Anggaran yang di keluarkan oleh Pemprov Bengkulu dalam penangan Covid-19 bagi masyarakatnya sebesar Rp600.000.000,” tukas Tito.

Di nomor empat Provinsi, sambungnya, yang menganggarkan paling rendah setelah Bengkulu adalah Provinsi Jambi.

“Provinsi Jambi dalam penganggaran dampak ekonomi dari covid-19 bagi masyarakat yang terdampak sebesar Rp3.000.000.000,” kata Tito.

Diketahui lima daerah terkecil dalam mengalokasikan anggaran penanganan dampak ekonomi akibat dari Covid-19, diantaranya Provinsi Gorontalo, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Jambi dan Provinsi Bengkulu.

Ditingkatkan kabupaten dan Kota, diantaranya, kabupaten Soppeng, Kabupaten Bulungan, kabupaten Bau-bau, kabupaten Bima, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kota Bengkulu Terbesar Ketiga Anggarkan Tangani Covid-19

Kota Bengkulu termasuk lima daerah se-Indonesia yang mengalokasikan anggaran kesehatan terbesar dalam menangani kasus Corona Virus (Covid-19).

Dalam hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) saat melangsungkan Video conference bersama pimpinan daerah.

Kementerian Dalam Negeri Republik (Kemendagri) Tito Karnavian, menyampaikan, ada lima daerah yang paling besar dalam mengalokasikan anggaran kesehatan dalam mengatasi kasus Corona Virus (Covid-19).

“Lima daerah terbesar dalam mengalokasikan anggaran penanganan kesehatan provinsi dan Kabupaten atau kota, salah satunya Kota Bengkulu sebesar Rp 160.941.065.764,20” jelas Kemendagri Tito Karnavian saat melangsungkan Video Conference, pada Jumat (17/04/2020).

Tirto menambahkan, alokasi penganggaran seluruh Indonesia terkonfirmasi berjumlah Rp24,10 triliunan.

“Alokasikan tersebut terdiri dari alokasi dari belanja dalam bentuk kegiatan sebesar 9,70 triliunan, dalam bentuk hibah/bansos sebesar 2,94 triliun, dan alokasi pada belanja tidak terduga 11,46 triliun,” ujarnya.

Pemerintah provinsi, sambungnya, yang paling tinggi merelokasikan anggaran adalah Jawa Barat.

“Pemerintah Daerah provinsi Jawa Barat merupakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanganan kesehatan paling tinggi se-Indonesia dengan alokasi sebesar Rp2,88 triliun,” jelasnya.

Sedangkan pemerintah daerah paling rendah merelokasi anggaran adalah Kota Denpasar.

“Pemerintah Daerah Kota Denpasar merupakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanganan kesehatan paling rendah se-Indonesia dengan alokasi sebesar Rp3,00 miliar,” katanya.

Provinsi Bengkulu adalah daerah yang termasuk paling rendah dalam mengalokasikan anggaran kesehatan dalam penangan covid-19.

“Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu merupakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanganan kesehatan paling rendah se-Indonesia dengan alokasi sebesar Rp 15.200.000.000,00,” demikian Tito. [Soprian]