PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu Dewi Dharma mengungkapkan, di tengan wabah Covid-19 dan menjelang bulan puasa stok seluruh Bahan Pokok (Bapok) maupun Bahan Pokok Penting (Bapokting) hingga akhir bulan puasa mendatang masih aman.

“Dari pemantauan kami setiap hari dari mulai Bapok maupun Bapokting kita kategorikan masih aman sampai akhir bulan puasa, artinya menjelang lebaran,” kata Dewi Dharma kepada pedomanbengkulu.com saat diwawancarai di Kantornya, Kamis (16/4/2020).

Dewi Dharma menyebutkan, memang ada beberapa Bapok yang mengalami kenaikan harga dan penurunan harga. Untuk harga cabe yang sebelumnya mencapai 40 ribu rupiah per kilogram kini harganya di kisaran 14 ribu rupiah per kilo gram dan paling tinggi di harga 20 ribu rupiah per kilogram. Selain itu, harga ayam juga masih stabil di kisaran harga 28 ribu rupiah per kg dan paling tinggi di harga 30 ribu rupiah per kilogram.

“Untuk harga itu belum ada mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan,” ucap Dewi Dharma.

Sementara, sambung Dewi Dharma, untuk harga gula pasir yang selama ini di khawatirkan tidak ada akan tersuplai karena ini merupakan keadaan nasional. Tetapi diawal bulan April 2020 ini, 200 ton gula sudah masuk melalui Badan Usaha Logistik (Bulog) dan mudah-mudahan jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan gula di Provinsi Bengkulu.

“Inikan untuk yang rumah tangga membutuhkan gula dan nanti pada saat bulan puasa pastinya akan banyak memakai gula. Tapi tidak perlu khawatir karena kita sudah mendapat support dari Bulog Insya Allah masuk 200 ton,” jelas Dewi Dharma.

Dewi Dharma menerangkan, kemungkinan menjelang hari raya Idhul Fitri tidak ada kenaikan harga yang cukup signifikan karena saat ini seluruh bahan dalam kondisi aman, meskipun ada kenaikan harga kemungkinan di beberapa pedagang dan itu bisa diatasi. Dan menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idhul Fitri serta ditengah Covid-19 seperti sekarang ini, tim pengawasan lapangan perlindungan konsumen dari bidang sarana Disperindag Kota Bengkulu yang tugasnya mengawasi sekaligus melakukan tindakan terus melakukan monitoring dan pengawasan.

“Kita juga bekerja sama dengan Polres maupun Polda, apabila itu nanti sudah tidak bisa kita toleransi lagi memang nanti Polres maupun Polda yang memberikan tindakan hukum,” jelas Dewi Dharma. [Anto]