Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Pelaksana Program Satgas Penanganan Covid 19 Rejang Lebong, Syamsir yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan RL meminta agar seluruh pendatang dari Zona Merah Covid 19 di Rejang Lebong agar menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari, meski tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala Covid 19. Isolasi mandiri ini sebagai langka antisipasi terjadinya penularan Virus Corona tersebut.

“Hingga saat ini tercatat ada 1050 orang yang masuk dan menetap di Rejang Lebong sejak mewabahnya Covid-19 ini, kita minta mereka ini tetap menjalankan isolasi hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid 19 ini. Perlu disadari bahwa orang tanpa gejala ini belum tentu negatif Covid-19 karena bisa saja mereka memiliki imun yang bagus sehingga tidak menunjukan gejala,” kata Syamsir.

Ditambahkan Syamsir, selama menjalani isolasi mandiri, baik OTG maupun ODP harus menjalankan Prosedur yang dijalankan yakni menggunakan masker dan sarung tangan meski di dalam rumah dan ruang yang dipergunakan terpisah dengan penghuni lainya.

“Termasuk peralatan makan orang yang diisolasi ini harus berbeda dengan yang lain, ini tentunya untuk menghindarkan terjadinya penyebaran. Kita sendiri dari dinas Kesehatan melalui puskesmas tetap melakukan pemantauan kepada OTG ini, jika selama 14 hari masa isolasi ini ada gejala Demam, batu dan sesak nafas maka akan ditangani dengan serius. Pemerintah desa juga kita minta untuk berperan aktif memberikan pengertian kepada keluarga agar keluarganya yang datang dari zona merah ini tidak keluyuran, ini untuk pencegahan bersama kata Syamsir.

Syamsir juga menyampaikan, hingga tanggal 1/4/2020, Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 7 orang warga Rejang Lebong ditetapkan sebagai Orang dalam Pemantauan karena memiliki gejala Demam tinggi, sesak nafas dan batuk.

” 7 ODP ini semuanya memimiliki riwayat dari daerah Zona Merah Covid 19,” kata Syamsir.

Terkait upaya pencegahan Covid 19 di RL, Syamsir juga menyampaikan bahwa saat ini telah memerintahkan seluruh puskesmas untuk melayani masyarakat selama 24 jam, termasuk menyiapkan Ruang Isolasi di RSUD Curup jika sewaktu-waktu ada warga yang dirujuk.

“Kalau ada warga yang memiliki gejala demam, batuk dan sesak nafas, langkah awal segera periksanakn diri ke puskesmas, nanti dokter di Puskesmas akan melakukan diagnosa, kalau memang ada gejala mengarah ke Covid 19 makan akan dirujuk ke RSUD, kita juga menyiapkan Ambulan Khusus dari PSC untuk melakukan penjemputan, selanjutnya setelah di periksa Di RSUD kalau diduga gejala Mengarah ke Covid 19 maka terlebih dahulu di Isolasi di RSUD 2 Jalur sebelum dirujuk ke Rumah sakit M Yunus bengkulu sebagai RS rujukan,” kata Syamsir.[Julkifli Sembiring]