PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Langkah yang diambil Walikota Bengkulu Helmi Hasan dalam penutupan eks lokalisasi di Pulau Baai dalam mengatasi dan memotong rantai penularan Corona Virus (Covid-19) serta sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, sangat didukung oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bengkulu KH. Dr Zulkarnain Dali.

Menurutnya, penutupan serta tindakan yang diambil oleh Walikota Helmi Hasan sudah sangat tepat dimana eks lokalisasi tersebut ditutup, karena penularan melalui ditempat tersebut sangatlah rentan.

“Dengan ditutup dan dijaga oleh aparat serta dukungan dari masyarakat maka pemotongan rantai penularan di eks lokalisasi yang diambil oleh Walikota sangatlah tepat dan memang sudah pantas ditutup,” jelas KH. Dr Zulkarnain Dali, M.Pd, Kamis (9/8/2020).

DR. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Bengkulu ini menilai yang dilakukan Walikota Helmi Hasan sudah sangat tepat, karena jika tetap dibuka sangat rentan dengan penularan virus berbahaya tersebut dan juga sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan.

“Penutupan eks lokalisasi sangat Bagus. Saya mendukung Pemkot Bengkulu dalam memotong rantai penularan dan juga sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan, maka sudah pantas ditutup,” tutup Zulkarnain Dali.

Dilansir sebelumnya, penutupan eks lokalisasi oleh Walikota Bengkulu dengan mendapatkan informasi dikoran bahwa ada pemuda dilaporkan ke polisi karena membayar wanita di dalam sana dengan menggunakan uang palsu, itulah Pemkot hari ini menegaskan bahwa tempat eks lokalisasi ini ditutup, dan kita pasang spanduk bahwa tempat ini sudah ditutup.

“Penutupan ini sebelum sudah dilakukan oleh pemerintah, akan tetapi ntah kenapa eks lokalisasi ini buka kembali, dengan demikian hari ini kita eksekusi penutupan kembali,” ungkap Walikota Helmi Hasan.

Walikota Helmi Hasan juga menyampaikan kepada petugas yang standby di posko depan eks lokalisasi tersebut agar melarang siapapun orang yang datang atau mau masuk ke RT 8 kecuali warga yang memang sudah menetap atau berdomisili di RT 8 tersebut.

Ditempat yang sama, Plt Kasatpol PP Kota Bengkulu Saipul Apandi mengatakan setelah di data ada 47 KK yang tinggal di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya (eks lokalisasi) tersebut.

“Kita sudah data itu ada 47 KK yang benar-benar tinggal didalam, dan setiap yang keluar masuk wajib kita data ulang, dengan ini orang luar tidak kita boleh masuk untuk masuk,” jelas Saipul.

Diketahui petugas yang menjaga posko Covid-19 dan eks lokalisasi ini, Tim dari Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, BPBD, TNI dan Polri. [Soprian]