PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu kembali menyampaikan situasi terkini perkembangan kasus Covid- 19 di Provinsi Bengkulu melalui Konferensi Pers di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Sabtu (4/4/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, ada penambahan 20 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 dan ada dua kasus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19. Untuk total kasus ODP sebanyak 367 orang. ODP yang dinyatakan sehat sesuai pemantauan sebanyak 111 orang dan ODP yang masih dalam pemantauan sebanyak 254 orang. Untuk kasus PDP sampai hari ini total sebanyak 10 orang PDP yang dinyatakan sehat 2 orang PDP yang menjadi kasus konfirmasi 2 orang, dan PDP meninggal 3 orang dari total kasus di provinsi Bengkulu sampai dengan hari ini sebanyak 355 orang.

Untuk penambahan kasus PDP 2 orang yaitu 1 orang laki-laki umur 50 tahun asal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu dengan gejala klinis demam dan gangguan pernapasan yakni sakit saat menarik nafas agak sesak dan batuk berdahak, kemudian riwayat bepergian dari Kota Bengkulu dan sekarang yang bersangkutan dalam perawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manna Bengkulu Selatan.

Kemudian kasus PDP yang kedua yaitu perempuan umur 24 tahun asal Bengkulu Tengah dengan klinis demam tinggi mencapai 39,9 derajat celcius. Riwayat bepergian dari Jakarta dan sekarang ini sudah dirujuk di RS M Yunus dan masih dalam penanganan
di RS. M Yunus.

“Kami laporkan juga terhadap kasus konfirmasi 1 orang yang kemarin dirawat di Rumah Sakit M Yunus kondisi sampai saat ini masih tetap stabil tetap dilakukan perawatan penanganan oleh tim medis RS. M Yunus,” kata Herwan Antoni.

Herwan Antoni menyampaikan, tim juga telah melakukan rapid test kepada keluarga terdekat pasien dan salah satu hasil reaktif. Sembari menunggu hasil Swab pihak bersangkutan yang dikirim ke Balai Besar Kesehatan Palembang pihak yang reaktif disarankan untuk isolasi mandiri di rumah.

“Oleh karena itu kita dari tim masih menunggu kalau ada informasi riwayat perjalanan, riwayat kontak terhadap pasien konfirmasi yang kemaren untuk dapat dilaporkan ke posko kesehatan, baik di RS.M Yunus maupun atau tim krisis center yang ada di Dinas Kesehatan untuk kami lakukan penelusuran lebih lanjut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),” ungkap Herwan Antoni. [Anto]