Muhammad Qolbi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Warga menilai sinis atas langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu yang membuka rekening donasi untuk penanganan COVID-19.

Dikatakan Muhammad Qolbi (26), warga RT 9 Kelurahan Penurunan Kecamatan Ratu Samban, langkah Pemerintah Provinsi tersebut membuktikan Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah miskin keberpihakan kepada rakyat.

“Ini rakyat sedang susah malah dimintai donasi. Harusnya gubernur ambil inisiatif berikan gajinya untuk rakyat dalam menangani Covid-19 dan minta seluruh pejabatnya menyisihkan gaji untuk menolong rakyat,” kata Qolbi.

Ia menjelaskan, jauhnya alokasi anggaran antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu untuk penanganan Covid-19 adalah bukti lain atas miskinnya keberpihakan Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah untuk rakyatnya.

“Padahal selama ini gubernur sudah banyak menikmati uang rakyat, makan gaji dari rakyat, menikmati mobil dinas dari rakyat, melakukan perjalanan dinas dari uang rakyat, lah sekarang pas rakyat susah malah dimintai donasi lagi,” ucap pria yang berprofesi sebagai penjual parfum ini.

Keluhan juga disampaikan Asep, pemilik Somay dan Batagor di Jalan Jati Sawah Lebar Kecamatan Ratu Agung.

“Sekarang hasil jualan untuk makan saja masih kurang, tidak ada lagi duit buat bayar kredit motor dan lain-lain,” keluhnya.

Untuk diketahui, pembukaan rekening donasi untuk penanganan COVID-19 yang digeber Pemerintah Provinsi Bengkulu dibuka untuk umum dan dikelola oleh Biro Pemkesra.

Disebutkan bahwa open donasi ini telah dibuka sejak Jumat (3/4/2020). Penyalurannya dan penggunaannya, akan dibuka secara transparan kepada publik.

Rakyat yang ingin berdonasi dapat mengirimkan duitnya kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui rekening Bank BRI Cabang Bengkulu 0115.01.003820.309 atas nama Biro Kesra Pemprov Bengkulu.

Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri sebagaimana dilansir di situs resmi Pemerintah Provinsi Bengkulu mengatakan bahwa kebutuhan dalam penanganan Covid-19 di Bengkulu antara lain Alat Pengaman Diri dan perlengkapan medis lain untuk tim kesehatan dan tim pengamanan. Selanjutnya kemungkinan kebutuhan pokok untuk sebagian masyarakat yang terdampak tidak langsung.

Hamka mengatakan, simpati dan empati dari masyarakat dipercaya akan membantu percepatan penanganan COVID-19 berikut dampaknya di Provinsi Bengkulu.

Sayangnya, hingga berita ini dilansir, Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah yang dihubungi melalui pesan Whatsapp belum memberikan respon atas permasalahan ini. [Ahmad Runako]