Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi menyampaikan bahwa Pemda Rejang Lebong saat ini tengah mempersiapkan 50 ton beras untuk dibagikan kepada masyarakat.

Beras ini akan diberikan kepada masing masing keluarga sebagai bentuk menghadapi darurat Covid-19.

“Beras untuk masyarakat ini tengah dipersiapkan, butuh waktu untuk mengemas beras yang akan dibagikan. Mudah-mudahan dalam 2 minggu ini bantuan sudah bisa disalurkan,” kata Hijazi saat mengikuti Video Conferensi dengan Menteri Dalam Negeri, Selasa (7/4).

Hijazi juga memastikan bahwa kebutuhan beras untuk Rejang Lebong lima bulan ke depan masih aman, hal ini setelah ia memanggil Bulog terkait ketersediaan stok beras yang ada di gudang.

“Saya sudah memanggil pihak bulog dan stok yang mereka punya masih cukup untuk 5 bulan ke depan. Saat ini masih ada 100 ton beras dan segera akan masuk lagi sebanyak 75 ton. Untuk beras yang akan kitab kepada masyarakat ini bersumber dari stok ketahanan pangan daerah,” kata Bupati.

Untuk pencegahan penyebaran Virus Covid-19 di wilayah Rejang Lebong, Bupati juga menyampaikan pihaknya segera membagikan masker kepada setiap orang.

“Dalam 2 minggu ini akan kita bagikan masker kepada warga. Kita sudah melakukan pemesanan masker kain ini kepada pelaku Usaha Kecil Menengah yang ada di Rejang Lebong. Sekarang setiap orang harus menggunakan masker, hal ini agar tidak terjadi penularan Virus Covid-19,” ujar Bupati.

Beliau juga menyampaikan, 500 Ribu masker ini seluruhnya dikerjakan oleh pengusaha UKMK yang ada di Rejang Lebong dengan tujuan agar terjadi ketahanan ekonomi pelaku UKMK.

“Harapan kita dengan dikerjakan pejahit lokal, maka pendapatan penjahit bisa terbantu di masa krisis seperti sekarang ini,” kata Hijazi.

Terkait kegiatan vidcon yang diikuti, Bupati menyampaikan bahwa Mendagri memberikan gambaran kebutuhan APD untuk setiap daerah termasuk upaya yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing daerah.

“Untuk APD provinsi bengkulu dari vidcon tadi disampaikan kebutuhan Provinsi Bengkulu hanya 10 ribu, artinya sampai hari ini Bengkulu masih di ambang batas tapi kita tidak bisa lengah kalau terjadi kejadian luar biasa,” ujar Bupati.

Pada saat vidcon, Mendagri juga sempat mengeluhkan ada pemerintah daerah yang melakukan penutupan jalur masuk sehingga menyebabkan terhambatnya distribusi barang dan berakibat terjadinya kelangkaan bahan pokok dan kebutuhan medis. Terkait hal ini Bupati RL mengatakan sampai saat ini untuk Rejang Lebong tidak ada mengambil kebijakan penutupan jalan tetapi hanya mendirikan posko untuk pengecekan warga yang masuk ke Rejang Lebong.

“Sampai sekarang di Rejang Lebong tidak ada menutup akses jalan, kita hanya mendirikan posko untuk memantau warga yang masuk dengan tujuan agar warga ini dapat diawasi ketika sudah ada di daerah kita, tujuannya agar tidak terjadi penyebaran Virus Covid-19.” kata Bupati.  [Julkifli Sembiring]