PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir yang juga merupakan Ketua Pelaksana Program Satgas Kesiapsiagaan dan Antisivasi penyebaran Novel Corona menungkapkan hingga saat ini belum ada Warga Rejang Lebong yang Positif terjangkit Covid 19.

“Hingga sekarang (4/4/2020) tidak ada warga Rejang Lebong yang positif terjangkit Covid 19, kalau ada informasi yang beredar ada yang positif, saya pastikan itu tidak benar. Di Rejang Lebong sampai sekarang ini barus ada yang Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 9 orang. ODP ini belum tentu terjangkit, mereka ini baru memiliki gejala seperti demam, sesak nafas dan batuk,” kata Syamsir, Sabtu (4/4/2020).

Ditambahkan Syamsir, seseorang dinyatakan positif terjangkit Covid 19 setelah menjalani tes Swab dan pengujian sendiri dilakukan di Lab palembang atau jakarta.

“Kewengan untuk menyebutkan seseorang terjangkit Covid 19 ada di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan ini melalui tahapan tes Swab yang dilakukan di Laboratorium. Jadi jangan mudah mempercayai isu yang beredar,” lanjut Syamsir.

Syamsir juga menyampaikan bahwa hingga tanggal (3/4), orang yang masuk ke Rejang Lebong telah mencapai 1449 orang dan Dinas Kesehatan melalui puskesmas terdekat dan kepala desa terus melakukan pemantauan. Pendatang ini juga diwajibkan untuk melakukan Isolasi mandiri di tempat tinggalnya masing masing.

“Warga yang masuk ke Rejang Lebong ini ada yang melalu Lubuk Linggau dan melalui Pintu Bandara di Bengkulu, dari hasil Pengawasan diposko Covid 19, pendatang ini tidak memiliki gejala demam, batu dan sesak nafas, meski tidak ada gejala kita mewajibkan mereka untuk melakukan Isolasi mandiri dan tetap dilakukan pengawasan melalui petugas di Puskesmas dan perangkat desa,” kata Syamsir.

Disisi lain, Syamsir juga mengunkapkan bahwa pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah menambah posko Covid 19 yakni di terminal Merigi Kepahiang.

“Posko kita sekarang ada 2 yakni di PUT dan Merigi, untuk yang di PUT melakukan pengawasn terhadap orang yang masuk dari wilayah Lubuk Linggau sedangkan yang di terminal merigi melakukan pengawasn dari wilayah Bengkulu. Untuk yang di merigi ini terutama untuk memantau mobil- mobil Travel yang membawa penumpang ke Rejang Lebong. Posko ini dibuka selama 24 jam,” Pungkas Syamsir. [Julkifli Sembiring]