PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, menyiapkan anggaran penanganan penyebaran virus corona Covid-19 menjadi Rp 100,4 miliar, jumlah ini mengalami penambahan dari sebelumnya Rp 87 miliar. Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi Kamis (9/4/2020) mengatakan anggaran tersebut sudah final setelah beberapa kali mengalami perubahan-perubahan.

“Anggaran penanganan pandemi Covid-19 ini terbagi menjadi tiga kegiatan yakni untuk penanganan kesehatan, kemudian dampak ekonomi dan penyediaan social safety net atau jaring pengaman sosial. Anggaran Rp 100,4 Miliar ini sudah final dan mulai hari ini sudah bisa digunakan,” kata Hijazi usai rapat dengan FKPD .

Disampaikan Bupati, anggaran penanganan penyebaran Covid-19, terbagi untuk bermacam-macam kegiatan di antaranya yang terbesar adalah pembuatan ruang isolasi yang dipusatkan di Rumah Sakit Jalur Dua dan juga mempersiapkan RS PMI yang ada di Desa Dataran Tapus untuk menampung orang-orang yang baru masuk ke Rejang Lebong atau yang dinamakan notifikasi. Kegiatan fisiknya berkisar 60 persen dan 40 persen untuk yang ke dampak sosial.

“Dampak sosial ini peruntukannya pasca, dan kita menghitung UKM dan IKM yang terdampak, kita juga pisahkan antara masyarakat yang dapat PKH dari dinas sosial tidak termasuk karena mereka mendapatkan bantuan rutin setiap bulan.Anggaran Rp100,4 miliar untuk masa tanggap darurat hingga 29 Mei nanti, dan diperkirakan sudah mencakup semua kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan Covid-19,” kata Hijazi.

Bupati menyampaikan, dari laporan realokasi anggaran belanja tidak terduga dalam APBD Rejang Lebong 2020 untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp100,4 miliar ini terdiri dari kegiatan penanganan kesehatan Rp77,3 miliar, kemudian dampak ekonomi Rp17,5 miliar dan penyediaan jaring pengaman sebesar Rp5,4 miliar.

“Dalam rapat tadi seluruh anggaran sudah kita sampaikan kepada FKPD. Semua program antisipasi termasuk pengadaan APD sudah bisa dilaksanakan secepatnya,” pungkas Bupati. [Julkifli Sembiring]