PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Negara Kesatuan Republik Indonesia menemukan tantangan medis serius dalam menghadapi pandemi Covid-19 terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengajak semua pihak memberikan kemampuan terbaiknya untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Menurutnya, di setiap daerah yang memiliki kerentanan tinggi penyebaran Covid-19 layak mengusulkan agar terdapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang didedikasikan khusus untuk menangani pasien positif Covid-19 di daerah tersebut.

“Kasusnya terus meningkat setiap hari. Fasilitas kita harus memadai. Ajak rumah sakit swasta bergandengan tangan sejak sekarang. Siapkan anggarannya,” ungkap Riri Damayanti, Rabu (8/4/2020).

Data terhimpun, pekerja medis di Indonesia rentan tertular Covid-19 meski telah menggunakan alat pelindung diri. Para peneliti menyebutkan bahwa hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah virus yang dihadapi pekerja medis selama pandemi Covid-19.

“Duka yang mendalam dan hormat setinggi-tingginya untuk seluruh tenaga medis yang gugur atas usahanya menangani pasien Covid-19. Mereka semua gugur sebagai pahlawan,” ucap Riri Damayanti dengan nada lirih.

Anggota Kaukus Perempuan Parlemen RI ini berharap solidaritas sosial harus digalang hingga ke tingkat akar rumput dari sejak kementerian hingga pemerintah daerah bahkan RT/RW/Desa/Dusun.

Ia menekankan, solidaritas itu sangat dibutuhkan salah satunya untuk penyediaan alat medis yang memadai dalam menangani pasien positif Covid-19 dan bahan makanan untuk sektor tenaga kerja yang terpukul karena pandemi ini.

“Worldometer mencatat Indonesia masuk dalam daftar negara terendah yang melakukan tes Covid-19. Dari sejuta penduduk, Indonesia cuma mengetes 36 orang. Korea Selatan dan Singapura yang tertinggi melakukan tes,” beber Riri Damayanti.

Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu juga mengimbau kepada setiap masyarakat yang mengalami sakit terutama dengan gejala Covid-19 untuk mengisolasi diri terlebih dahulu.

“Saya juga mengajak kepada semua pihak untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pasien. Ini salah satu langkah penting dalam menghadapi pandemi ini sampai tuntas. Stigma negatif menghambat upaya penanganan virus ini karena mereka yang bergejala menjadi takut dan menghindari penanganan medis sehingga memicu ledakan penyebaran Covid-19 di lingkungannya,” demikian Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]