PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Perwakilan Ibu-ibu Kecamatan Teluk Segara kembali menyambangi Posko Pengaduan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bengkulu. Ibu-ibu ini mengeluhkan bahwa pihak Permodalan Nasional Madani (PNM) di Bengkulu, terus mengejar-ngejar agar membayar cicilan.

Disampaikan oleh Ketua Tim Advokasi Nasabah Perbankan dan leasing, Dediyanto didampingi Teuku Zulkarnaen selaku Ketua Komisi I mengatakan ibu-ibu ini datang untuk meminta bantuan.

“Ibu-ibu ini terus menerus ditagih bahkan ada yang sampai jam 10 malam dan parahnya lagi pihak PNM secara ramai dengan 4 motor datang untuk menagih, sebelumnya sudah diajukan permintaan keringanan tapi tetap tidak direspon,” jelas Ketua Tim Advokasi Nasabah Perbankan dan leasing, Dediyanto, pada Senin (13/04/2020).

Dediyanto juga menambahkan, tadi kita sudah kontak langsung berbicara via panggilan suara meminta saran kepada pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan demikian maka kita selaku tim advokasi mengambil langkah dengan membuat surat resmi ke pimpinan PNM dan sesuai dengan hasil pemetaan lapangan serta surat ditembuskan juga ke aparat penegak hukum dengan harapan suasana kondusif dan keluhan ibu-ibu bisa dipenuhi,” kata Dediyanto.

Ia menjelaskan, dengan kondisi saat ini kita dari tim Advokasi juga berhati-hati dalam mengambil tindak dan harus sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

“Saya juga sampaikan kepada warga tolong jangan memanfaatkan situasi, artinya harus sesuai dengan fakta-fakta di lapangan dan saya melihat wajah-wajah ibu-ibu ini tidak berdaya, bahkan menangis menghadapi tagihan-tagihan ini,” kata Dediyanto yang juga menjabat Waka Komisi III.

Diketahui posko pengaduan DPD PAN Kota Bengkulu Nasabah Perbankan dan leasing setiap harinya ada sekitar 15 hingga 20 masyarakat yang mengadu.

“Kami melihat warga sudah sangat resah dengan pola penagihan yang mereka lakukan dan selalu berdalih tidak ada instruksi pusat, dan semoga cerita ini sampai kepresiden,” tutup Dediyanto[Soprian]