Tiongkok telah sepenuhnya memulai kembali layanan angkutan umum via darat dan angkutan kereta perkotaan yang sebelumnya terganggu oleh wabah virus korona tipe baru (COVID-19), tutur Kementerian Transportasi Tiongkok, pada Sabtu (4/4/2020). [Xinhua]
Pemerintah mengumumkan adanya penambahan jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia sebanyak 2.273 orang.

Pada Minggu (5/5), Juru Bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan ada penambahan 181 kasus dibandingkan kemarin. Jumlah pasien yang meninggal dan dinyatakan sembuh juga mengalami peningkatan.

“Kami akan laporkan perkembangan catatan kasus konfirmasi positif. Pada hari ini, telah bertambah lagi 181 orang. Total menjadi 2.273 orang,” kata Yuri saat konferensi pers di Jakarta dan disiarkan langsung.

Selanjutnya jumlah korban meninggal bertambah tujuh orang, sehingga total 198 orang meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah orang yang dinyatakan sembuh juga bertambah menjadi 164 orang.

Terkait hal tersebut, pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia belum menunjukkan tanda-tenda mereda. Sejauh ini, kasus penularan virus corona telah ditemukan di 206 negara.

Kasus infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada pukul 11.51 WIB telah mencapai 1.202.827 kasus dan ada 246.886 yang telah dinyatakan sembuh berdasarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE.

Sedangkan merujuk pada data CSSE Johns Hopkins University, sampai pukul 15.00 WIB, 5 April 2020, total jumlah kasus positif Covid-19 telah sebanyak 1.203.923 pasien.

Di sisi lain, 64.806 pasien positif corona telah meninggal dunia. Sementara mereka yang sudah sembuh dari penyakit Covid-19 mencapai 247.273 orang.

Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Jerman dan Perancis saat ini menempati daftar 5 negara dengan angka kasus Covid-19 tertinggi di dunia dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Minggu, (5/4/2020).

Amerika Serikat telah tercatat sebagai negara yang memiliki kasus terbesar yang mencapai 312.146 dengan 8.499 kematian dan 14.997 pasien sembuh.

Jumlah kasus infeksi Virus Corona COVID-19 terbesar kedua tercatat di Spanyol, yang mencapai 126.168 kasus melampaui di atas Italia.

Kasus infeksi COVID-19 terbesar ketiga tercatat di Italia, yang mencapai 124.632 kasus dengan 20.996 orang pulih.

Sedangkan kasus terbesar keempat tercatat di Jerman, yang mencapai 96.092 kasus, yang berada diatas Prancis.

Jumlah kasus di Prancis telah naik menjadi yang terbesar kelima, yang berjumlah 90.848 kasus dengan 15.572 pasien pulih.

Angka kasus positif Covid-19 di lima negara tersebut semakin jauh melampaui jumlah di China yang penambahannya telah menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, angka kematian akibat Covid-19 yang tertinggi saat ini tercatat di Italia, Spanyol dan Perancis. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh paling banyak ada di China, Spanyol dan Jerman.

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyatakan jumlah kasus Covid-19 yang menembus angka 1 juta tidak hanya memperlihatkan peningkatan krisis kesehatan di dunia.

“Kita semua sadar akan konsekuensi sosial dan ekonomi yang mendalam dari pandemi ini,” ujar dia dalam konferensi pers WHO pada 3 April lalu.

Dalam jangka pendek, kata dia, negara-negara yang tengah melakukan pembatasan sosial untuk mencegah penularan, bisa meringankan beban populasi yang rentan lewat program kesejahteraan sosial. Namun, sejumlah negara perlu mendapatkan keringanan utang untuk menerapkan hal ini.

Tedros juga menegaskan strategi terbaik untuk menangani pandemi corona adalah meningkatkan tes, menemukan kasus-kasus positif dan mengisolasinya, merawat para pasien agar sembuh dan melaksanakan penelusuran kontak.

“Jika banyak negara terburu-buru mencabut pembatasan, penularan virus dapat muncul kembali dan dampak ekonomi bahkan bisa lebih parah dan berkepanjangan,” tambah Tadros.

Selanjutnya, Tedros menjelaskan untuk tetap melaksanakan upaya menangani pandemi merupakan investasi penting, tidak hanya untuk menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga demi pemulihan sosial dan ekonomi dalam jangka panjang.

Konsekuensinya, seluruh negara, harus bersedia mengeluarkan ongkos besar untuk melanjutkan upaya penanganan pandemi, termasuk melakukan pencegahan infeksi serta membiayai pelayanan kesehatan secara maksimal.

Melihat kondisi tersebut, didalam suatu Negera tidak hanya Pemerintah yang melakukan upaya-upaya penanganan wabah covid-19 namun seluruh Rakyat harus berkerjasama agar rantai penyebaran virus segera berakhir. [Suci Kusuma]