Pedomanbengkulu.com, Seluma – Warga desa Simpang Tiga Pagar Gasing, Kecamatan Talo Kabupaten Seluma, Kamis (16/4/2020) mendatangi Inspektorat Kabupaten Seluma. Mereka melaporkan adanya dugaan penyimpangan pada pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Simpang Tiga Pagar Gasing.

Warga menilai ada kejanggalan dalam pengelolaan Bumdes pada 2018 lalu, yang saat itu mendapat penyertaan modal sebesar Rp100 juta. Warga menilai Bumdes tidak berjalan sehingga diduga menyebabkan kerugian.

“Bumdes itu kan merupakan bentuk usaha, tetapi ini tidak ada usaha yang berjalan,” jelas Robi Wahyudi, perwakilan warga desa di kantor Inspektorat Kabupaten Seluma.

Sementara itu warga juga melaporkan dugaan adanya penghilangan aset milik desa, yang dilakukan tanpa adanya musyawarah.

“Ada gudang yang merupakan milik desa, tempat menyimpan kursi dan peralatan. Sekarang sudah dihancurkan tanpa adanya musyawarah dengan masyakarat desa,” jelasnya.

Adapun perwakilan warga ini dimintai keterangan oleh auditor, untuk di klarifikasi atas laporan tersebut.

“Kami dipanggil untuk menyampaikan klarifikasi, dan laporan kami sedang diproses Inspektorat,” jelasnya. [IT2006]