Raksasa media Republik Rakyat Tiongkok, China Xinhua News, menginformasikan tentang kondisi Hubei, provinsi di China tengah yang sebelumnya terdampak parah oleh wabah coronavirus baru (Covid-19), kini telah terbebas dari kasus infeksi ketika 12 pasien terakhir di Wuhan, ibu kota provinsi tersebut, dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh, Ahad (3/5/2020).

Dilansir dari halaman resmi Facebook media tersebut, seluruh wilayah Tiongkok saat ini selangkah lebih dekat dalam memenangi pertempuran melawan virus itu.

Bagaimana Tiongkok melakukannya?

China Xinhua News mengungkapkan enam jurus dalam menjelaskan penjelasan atas pencapaian besar ini.

Pertama, kepedulian khusus pada warga lanjut usia dan anak-anak. Tiongkok mengerahkan berbagai upaya untuk menyelamatkan orang-orang yang terinfeksi, baik tua maupun muda. Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 berusia di atas 80 tahun di Wuhan secara keseluruhan hampir 70 persen. Tujuh warga berusia di atas 100 tahun di Wuhan dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh, dengan yang tertua berusia 108 tahun. Di seluruh Tiongkok, beberapa bayi juga dinyatakan pulih, dengan yang termuda adalah seorang bayi perempuan berusia dua bulan.

Kedua, menerapkan lockdown di kota-kota terdampak parah. Tiongkok mulai menerapkan karantina wilayah (lockdown) selama 76 hari untuk jalur keluar di Wuhan pada 23 Januari, dan situasinya mulai membaik. Masyarakat Wuhan menunjukkan tingkat kedisiplinan dan pengorbanan diri yang tinggi, tetap tinggal di rumah masing-masing, namun tetap bersatu.

Ketiga, respon yang kolektif dan terkoordinasi. Tiongkok membentuk mekanisme pengobatan dan mitigasi kolektif. Dengan Presiden China Xi Jinping sebagai panglima tertinggi, komite-komite Partai dan pemerintah di seluruh tingkat mengoordinasikan respons dan mengikuti komando, koordinasi, dan perintah terpusat.

Keempat, seluruh Tiongkok berjuang bersama. Pemerintah Tiongkok memobilisasi seluruh bangsa ikut berjuang dalam “perang rakyat” melawan wabah itu. Lebih dari 42.000 tenaga kesehatan dari seluruh Tiongkok diterjunkan ke Hubei. Para pekerja di seluruh negeri bergegas menuju Wuhan untuk membangun rumah-rumah sakit dari nol. Sumber daya dan pasokan dikumpulkan dari berbagai penjuru Tiongkok.

Kelima, melakukan segala cara untuk menghentikan pandemi. Tiongkok dan jajaran kepemimpinannya selalu menempatkan kehidupan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama dan mengedepankan kepentingan rakyat di atas segalanya. Inilah mengapa negara tersebut akan melakukan segala cara guna menghentikan epidemi COVID-19 agar tidak merenggut lebih banyak nyawa lagi. [Muhammad Qolbi]