Oleh: Deti Murni, SE

Saya jadi terngiang tembang lawas dari Koes Plus yang menyatakan  “Tanah kita tanah Surga”

“Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupimu,
Tiada badai tiada topan kutemui
Ikan dan udang menghampiri diriku
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman,”

Inilah gambaran negeri kita Indonesia yang kaya raya dengan sumberdaya alam, apa yang tidak ada di negeri ini. Tambang Emas, perak, timah, batubara, besi, nikel dan masih banyak lagi yang mungkin akan membuat kita terperangah. Sangat berbanding terbalik dengan keadaan rakyat Indonesia secara menyeluruh lebih dari 1/2 penduduk Indonesia dalam kekurangan.

Hanya sebagian kecil rakyat yang bisa menikmati kesejahteraan di negeri ini, inilah gambaran ketimpangan ekonomi antara si kaya dan si miskin ada jurang yang begitu dalam pada level individu. Di Indonesia ada lebih dari 22 juta orang yang Terancam kelaparan. Akan bertambah 2 kali lipat di tengah wabah.

Ini salah satu potret kemiskinan yang terjadi di negeriku masih banyak lagi keluarga-keluarga miskin di luar sana yang luput dari pantauan kita. Salah satu video yang dilansir dari Kompas yang menjadi viral di media sosial.

Sebuah video mengenai kondisi kemiskinan yang dialami kakak beradik di Muara Enim, Sumatera Selatan viral di media sosial. Dalam video tersebut, kakak beradik bernama Daluna (23) dan Rohima (21) itu tampak kurus kering dan kelaparan.

Melansir Tribunnews, salah satunya langsung menanyakan makanan ketika polisi dan TNI datang memberikan bantuan sembako. “Pak, bawa nasi?” tanya salah satu di antara mereka.

Salah kelola sumberdaya alam yang pengelolaannya diserahkan kepala kapitalis asing dan asing semakin memperburuk perekonomian Indonesia diperparah dengan adanya wabah Covid-19 ini.

Mengutip Tempo, kekuatan para pemilik modal yang menentukan hampir semua kebijakan Pemerintah, sehingga kesan pemerintah lalai mengatasi masalah rakyat karena arah kebijakan yang menguntungkan pada segelintir orang yaitu para cukong/pemilik modal. inilah salah satu signal atau tanda kehancuran peradaban di bawah hegemoni kapitalisme.

Lembaga dunia World Food Program mengatakan masyarakat dunia menghadapi ancaman kelaparan besar-besaran dalam beberapa bulan lagi akibat resesi ekonomi yang dipicu pandemi COVID-19 atau virus Corona.

Dilansir media online tempo masyarakat dunia dalam waktu dekat ini akan menghadapi ancaman kelaparan besar-besaran kurang lebih Rp1 Miliar penduduk dunia akan kekurangan pangan, akibat resesi ekonomi global yang dipicu pandemi COVID-19.

Anggota komisi IV DPR dari Fraksi PAN Haerudin menilai, pelatihan-pelatihan tersebut tidak tepat di tengah merebaknya virus corona. Ia lebih setuju bila anggaran tersebut bisa digunakan untuk mengatasi masalah kelaparan.

“Program kita saat ini menghadapi kelaparan dengan ekonomi kita sekarang bukan lagi inflasi tapi ambruk, saya berharap program hari ini yang instan. Infrastruktur lebih baik ditunda, masyarakat kita Juni makan apa, Agustus makan apa. Pelatihan-pelatihan lebih baik ditunda Pak Sekjen, realokasi di bidang pangan adalah sebuah keniscayaan,” ujar Haerudin dalam rapat dengar pendapat secara virtual, Senin (27/4), dilansir dari Kumparan.

Dengan kebijakan-kebijakan yang diambil Pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan yang ada di Indonesia dengan program yang digadang-gadang dapat menurunkan angka kemiskinan diantaranya berupa bansos berupa bantuan PKH, BLT Bantuan pangan non tunai, by name by adress kartu pintar kartu prasejahtera entah kartu apa lagi ternyata belum mampu mengentaskan kemiskinan di negeri ini.

Bahkan Dengan adanya Semua program tersebut justru semakin membuat masyarakat resah/ adanya ketidakadilan karena syarat yang berbelit-belit sehingga membuat bantuan tersebut kurang tepat sasaran. Dan juga dengan bantuan-bantuan tersebut tidak mendidik masyarakat bahkan menciptakan masyarakat yang bermental rendah menciptakan masyarakat dengan mental yang hobinya meminta-minta.

Solusi yang diambil Pemerintah tersebut ternyata tidak menjadi solusi yang terbaik karena tak cukup hanya bantuan tetapi perlunya perubahan sistem yang komprehensif agar semua masalah-masalah dalam negeri ini bisa terselesaikan. Mengapa kita tidak mau mencoba sistem yang dibuat oleh Allah yang maha sempurna dan peraturan telah terbukti gemilang mengantarkan masyarakat Islam menjadi umat terbaik yang gemilang.

“Kamu ummat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah” (TQS. Ali Imran (3):110).

Kembalilah dan adopsi lah sistem Ekonomi Islam karena sistem ekonomi kapitalis yang kita adopsi sekarang telah terbukti tidak mampu mensejahterakan masyarakat.

Bagaimana Islam memberikan solusi, Islam memiliki aturan yang solutif dan komprehensif. Yang bisa diterapkan mulai dari individu hingga negara.
Pertama, secara individual Islam mendorong setiap muslim untuk bekerja mencari nafkah bagi diri dan keluarganya. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda : “Mencari rezeki yang halal adalah salah satu kewajiban diatas kewajiban yang lain.”(HR. Ath-Thabrani)

Kedua, secara kolektif (jama’ah). Islam mendorong umatnya untuk saling membantu saudaranya yang kekurangan dan membutuhkan. Termasuk didalamnya sedekah, infak, juga membayar zakat yang akan didistribusikan oleh negara kepada yang berhak menerima.

Ketiga, Islam mengharuskan penguasa untuk bertanggung jawab terhadap urusan rakyatnya. Termasuk menyediakan kebutuhan pokoknya, seperti bahan pangan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Juga wajib memberikan lapangan pekerjaan untuk kaum muslimnya.

Sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan dia bertanggungjawab atas rakyat yang diurus.”(HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Hanya saja, pengentasan secara Islam mustahil terlaksana ditengah sistem kapitalis saat ini. Dimana penguasa akan lebih mementingkan kepentingan korporasi dibanding urusan rakyatnya sendiri. Selain itu, keberkahan suatu negeri bisa terwujud jika penduduknya beriman dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana firman-Nya :ِ
“Jika penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami membuka untuk mereka pintu keberkahan dari langit dan bumi (TQS al-A’raf [7]: 96).

Wallahu a’lam bishawab