Ilustrasi

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Achmad Yurianto, sampaikan update corona hingga hari ini (20/5/2020) di Gedung BNPB, DKI Jakarta.

Yuri menyampaikan, berdasarkan spesimen yang diperiksa sebanyak 211.883 spesimen yang diperiksa PCR dan tes cepat molekuler.

Total pasien positif bertambah hingga hari ini sejumlah 19.189 kasus.

“Di pemeriksaan itu kita akan mendapatkan kenaikan pasien konfirmasi covid-19, ada kenaikan sebanyak 693 orang sehingga total kasus 19.189 pasien positif,” ucap Achmad Yurianto.

Sedangkan pasien sembuh hingga hari ini bertambah 108 orang sehingga total menjadi 4.575 pasien sembuh.

“Sembuh meningkat 108 orang menjadi 4.575 orang” tambahnya.

Namun masih terjadi pasien meninggal sebanyak 21 orang, sehingga total pasien meninggal hari ini sejumlah 1.242 orang.

“Kasus meninggal naik 21 orang sehingga total pasien meninggal sejumlah 1.242 orang” ucapnya.

Hingga hari ini sudah 391 Kabupaten atau Kota terjangkit penyebaran virus corona.

Terkait hal tersebut penerapan PSBB untuk menekan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan di 27 kabupaten/kota dan empat provinsi. Dari daerah itu, beberapa di antaranya telah melewati PSBB tahap pertama dan masuk ke pelaksanaan PSBB tahap kedua dan ketiga.

Pemerintah belakangan tengah menyiapkan skenario kemungkinan pelonggaran PSBB seiring perkembangan kasus yang terus dipantau saat ini. Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya menggodok protokol new normal era Corona.

Untuk menekan angka arus mudik lebaran, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan, tanggal 22 Mei atau Jumat lusa bukan merupakan hari cuti bersama.

Oleh karena itu, aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN diimbau untuk bekerja seperti biasa.

Menurut Muhadjir, hal ini sesuai hasil rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

“Tadi rapat yang juga singkat menetapkan tanggal 22 Mei tahun 2020 bukan hari cuti bersama untuk ASN dan pegawai BUMN,” kata Muhadjir usai rapat yang digelar via video conference, Rabu (20/5/2020).

Muhadjir mengingatkan bahwa waktu cuti bersama Idul Fitri sudah digeser ke akhir tahun.

Hal itu karena pandemi Covid-19 yang terjadi di Tanah Air membuat pemerintah mengeluarkan larangan mudik.

Dengan demikian, pemerintah memberi kesempatan masyarakat untuk mudik pada lain waktu dengan menggeser waktu cuti bersama. [Suci Kusuma]