PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Dalam menghadapi pandemi Covid-19 tentunya harus diimbangi dengan kebijakan yang mumpuni dari Pemerintah Provinsi Bengkulu terutama bagi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 baik Kabupaten maupun Kota yang ada di Bengkulu serta harus memiliki langkah strategis untuk menangani Covid-19 sehingga wabah dapat ditangani dengan baik. Untuk itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta kepada gugus tugas yang ada di kabupaten maupun kota agar mengambil langkah tepat diantaranya, harus melakukan tracing terhadap lima klaster yang konfirmasi positif, mulai dari klaster jamaah tablig, perbankan, aparat kepolisian, tenaga kesehatan dan masyarakat umum yang melakukan perjalanan.

“Dari lima klaster ini harus dilakukan tracing betul-betul menyeluruh dan teliti dengan melakukan rapid tes secara menyeluruh. Ini tentunya dilakukan oleh gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten atau Kota yang didukung oleh gugus tugas Provinsi Bengkulu dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu maupun tenaga dari Laboraturium Kesehatan Provinsi Bengkulu,” kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu Jaduliwan saat menyampaikan pesan Gubernur Bengkulu, Kamis (14/5/2020).

Kemudian, sambung Jaduliwan, jika dari hasil penelusuran tracing ditemukan ada yang reaktif maka akan dilakukan pengambilan Swab. Selain itu, kepada Bupati/Walikota secara keseluruhan diminta menyiapkan tempat untuk isolasi bagi masyarakat yang tidak mempunyai kemampuan ataupun mahasiswa. Misalnya di daerah memanfaatkan Balai Pelatihan Kerja sebagai tempat isolasi, ataupun mess dan hotel bagi yang memiliki kemampuan dan itu harus difasilitasi oleh pemerintah.

“Maka Bupati/Walikota harus menyiapkan tempat isolasi itu, sekali lagi ini dibiayai dan didukung penuh oleh Bupati/Walikota. Kalau untuk Provinsi kita akan memberikan suport dan dukungan,” ucap Jaduliwan menyampaikan pesan Gubernur.

Selanjutnya, diminta kepada Walikota didukung oleh pelaku usaha dan digerakkan oleh semua elemen masyarakat untuk menyiapkan tempat cuci tangan ditempat-tempat umum seperti toko,pasar, selain itu juga kantor-kantor dan itu harus tersedia 1×24 jam. Sedangkan tanggung jawab provinsi yakni apabila ada gejala klinis dan terkonfirmasi positif Covid-19 dan membutuhkan perawatan maka menjadi tanggung jawab provinsi.

“Kita sudah menyiapkan rumah sakit yang sangat layak untuk penanganan, kalau secara klinis sudah dinyatakan Covid-19 maka menjadi tanggungjawab provinsi untuk melakukan penanganan dan kita tetapkan RS M Yunus menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19 agar semua penanganan dapat dipusatkan di RS M Yunus, juga dalam rangka efisiensi dan efektifitas supaya tidak semua Rumah Sakit menangani pasien Covid-19,” ungkap Jaduliwan.

Masih Jaduliwan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyiapkan dan menyediakan tenaga medik dan para medik, sarana prasarana termasuk dukungan obat-obatan secara cukup dan lengkap agar penanganan pasien bisa dilakukan dengan maksimal. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga sekarang sedang mulai merekrut relawan untuk medukung terlaksananya program penanganan pasien Covid-19.

“Ini harus dikawal bersama dan dievaluasi bersama dijajaran Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota untuk mengetahui sejauh mana penanganan ini dilaksanakan serta kesungguhan dan implementasinya benar-benar nyata dan kesungguhan anggaran serta dengan pola gerakan yang sama. Kita yakin Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan wabah ini bisa berakhir,” jelas Jaduliwan menyampaikan pesan Gubernur. [Anto]