Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat

PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah — Dugaan pembunuhan yang dilakukan Dua orang tersangka yaitu MU (16) dan AL (20) Warga Benteng terhadap seorang mahasiswa inisial WA di Pondok Kebun dekat Bendungan PLTA Musi Desa Susup Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Benteng pada Rabu (20/5/2020) sekira pukul 20.00 WIB karena diduga kedua tersangka ini sakit hati terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat saat diwawancarai di Mapolres Bengkulu Tengah, (21/5/202) mengatakan, pihaknya bersama Polsek Pagar Jati Bengkulu Tengah berhasil mengungkap kasus pencurian dan kekerasan disertai pembunuhan berencana dalam hitungan kurang lebih empat jam dari kejadian.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan tersangka untuk menyiram darah yang ada di pondok lokasi pembunuhan, kain ada bercak darah korban, dompet milik korban HP, sepeda motor korban dan beberapa barang bukti lainnya.

“Kejadian ini berawal dari korban yang sakit hati, karena sebelumnya pada Bulan Januari korban pernah berhubungan badan dengan kedua tersangka, jadi tersangka ini adalah sesama jenis, setelah berhubungan kemudian tidak dibayar. Kemudian setelah di lokasi tersangka ini berniat untuk melakukan dugaan pembunuhan tersebut dan mengambil barang-barang korban,” kata Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dua orang diamankan dan belum ada indikasi adanya tersangka lainnya.

“Tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHPidana pencurian dengan kekerasan dan juga pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman paling berat hukuman mati. Memang dari awal oleh tersangka sudah direncanakan dugaan pembunuhan tersebut,” jelas Rahmat.

Dilansir sebelumnya, sebelum terjadi dugaan pembunuhan tersebut, sekira pukul 13.00 WIB korban bersama teman wanitanya dari Sawah Lebar Kota Bengkulu berboncengan pulang ke Desa Susup dan sekira pukul 15.00 WIB korban dan temannya sampai di rumah orang tua teman korban tersebut.

Kemudian sekira pukul 18.30 WIB datanglah MU bersama AL dan selanjutnya mereka berdua ngobrol dengan korban di rumah orang tua teman korban tadi. Kemudian mereka bertiga berangkat ke bendungan yang diduga akan melakukan hubungan badan sesama jenis,
menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion milik korban.

Sekira pukul 20.30 WIB teman korban mendapat kabar dari warga ,bahwa ada dugaan pembunuhan di dekat bendungan. Teman korban itu kemudian langsung ke bendungan PLTA Musi Desa Susup sampai, di sana teman korban ini di pondok melihat ada bekas bercak darah, dan dibawah pondok tersebut ditemukan motor korban. Diduga korban dibuang ke aliran sungai bendungan dan saat ini warga Desa Susup masih mencari korban disepanjang aliran sungai PLTA Susup. [Anto]