Ada yang menarik dari Konferensi pers yang dilaksanakan BNPB Pusat, terkait perkembangan informasi penyebaran Covid-19 disejumlah daerah pada 30 Mei 2020. Dimana dalam rilis pers yang disiarkan langsung sejumlah Televisi Nasional tersebut, muncul daftar beberapa daerah Kabupaten Kota se Indonesia, yang masih menyandang status zona hijau penyebaran Covid-19. Dari sejumlah Kabupaten Kota tersebut, untuk Provinsi Bengkulu hanya Kabupaten Rejang Lebong yang masih status zona hijau. Tentunya hal itu membuat sejumlah masyarakat dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 di Kabupaten Lebong meradang.

Apalagi teranyar, dalam masa liburan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah beberapa waktu lalu, hanya Kabupaten Lebong yang dengan tegas, menutup akses keluar masuk Kabupaten Lebong dengan dua Kabupaten perbatasan. Sebagai upaya mempertahankan status zona hijau dari penyebaran Covid-19.

Tapi semua kerja keras yang dilakukan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebong, baik itu Pemkab Lebong, Polres Lebong, Jajaran TNI Kodim 0409 RL dan sejumlah elemen masyarakat, seperti tidak dihargai dan merasa adanya unsur politik dalam penentuan daerah zona hijau. Apalagi data yang disampaikan jubir penanganan Covid-19 nasional itu tentunya berasal dari Tim Gugus Covid-19 tingkat Provinsi Bengkulu.

Sebagai jurnalis PedomanBengkulu.com untuk wilayah peliputan berita di Kabupaten Lebong. Penulis secara tidak langsung melihat apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebong dan begitu besarnya dukungan hingga tingkat bawah. Salah satunya sejak awal merebak virus Covid-19, sejumlah pemerintah desa dan Kelurahan melaksanakan penyemprotan disinfektan diwilayahnya masing-masing.

Selain itu, di dua posko Covid-19 perbatasan Kabupaten Lebong juga sejak awal melaksanakan pemeriksaan protokol kesehatan dan dari pemeriksaan kesehatan posko tersebut, sedikit banyak membuat masyarakat Kabupaten Lebong merasa tidak terlalu was-was dan hingga hari ini Kabupaten Lebong, tetap menyandang status zona hijau. Untuk itu, ucapan terima kasih kepada seluruh elemen yang ikut terlibat di dua Posko perbatasan dan semua pihak yang terlibat didalamnya, seperti pembagian masker dan sosialisasi pencegahan penyebaran virus Covid-19 di semua lini.

Tanpa ingin menyudutkan pihak manapun dan penulis hanya berandai-andai kalau punya kesempatan bertanya. Ketika informasi secara nasional dan live di semua TV nasional maupun di kanal pemerintah pusat tersebut. Mereka mengambil data dari mana? Siapa yang menyerahkan data itu ke pusat?, Urusan penanganan Covid-19 ini sangat serius loh!. Tentunya soal data dan informasi pasti sangat teliti kan?

Terlepas apapun alasannya, penulis hanya berharap tolong jauhkanlah unsur politik dalam penanganan Covid-19 dan tolong hargailah semua upaya yang sudah dilakukan oleh semua pihak. Termasuk para garda terdepan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lebong. Semoga kedepannya, tidak ada lagi kesalahan kecil tetapi berdampak besar secara langsung, pihak-pihak yang selama ini terus berkomitmen untuk menjaga Kabupaten Lebong tetap menyandang status zona hijau Covid-19.

SUPRIYADI, Jurnalis PedomanBengkulu.com
Wilayah kerja Kabupaten Lebong