PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Pengadilan Negeri Bengkulu menggelar sidang kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (27/5/2020).

Dalam sidang tersebut, terdakwa yang merupakan mantan Kapolsek Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Iptu Maulana dituntut hukuman 3 tahun penjara oleh JPU.

JPU Kejati Bengkulu, Andi Hendrajaya, SH, MH mengatakan, tuntutan terhadap terdakwa dengan hukuman 3 tahun penjara itu sudah tepat mengingat perbuatan terdakwa yang dilakukan terhadap istrinya sendiri. Andi Hendrajaya menyatakan, untuk hal yang meringankan terdakwa dia belum pernah tersandung kasus hukum.

“Tuntutan 3 tahun penjara itu sudah setimpal dengan perbuatannya. Nah hal yang meringankan terdakwa ini yaitu tedakwa belum pernah tersandung hukum,” kata Andi Hendrajaya.

Andi Hendrajaya menegaskan, sedangkan untuk hal yang memberatkan pihak terdakwa karena terdakwa terkesan berbelit-belit saat memberikan keterangan dalam persidangan. Kemudian, perbuatan terdakwa dianggap telah mencoreng korp Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

“Kita menilai apa yang dilakukan terdakwa terhadap istrinya tidak menunjukan sosok pengayom dan pelindung masyarakat sebagai anggota Polri. Sehingga perbuatan terdakwa ini sangatlah tidak terpuji,” jelas Andi Hendrajaya.

Andi Hendrajaya menambahkan, terdakwa disangkakan pasal 44 ayat 1 Undang-Undang KDRT. Andi Hendrajaya juga menegaskan perbuatan terdakwa dapat dibuktikan di persidangan sesuai keterangan saksi-saksi, korban. Untuk sidang selanjutnya akan digelar kembali Kamis (4/6/2020) mendatang dengan agenda pledoi. [Anto]