PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali menyalurkan Beras dan Mie (Rasmie) tahap akhir bagi seluruh masyarakat Kota Bengkulu yang terdampak akibat Corona Virus (Covid-19). Pendistribusian ini di Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati, Kamis (21/5/20).

“Alhamdulillah pendistribusian ramie hari ini yang diterima masing-masing warga berjalan dengan lancar. Dengan APBD untuk rakyat masyarakat merasakan langsung manfaatnya apalagi ditengah kondisi Covid-19 saat ini,” ujar Lurah Panorama Syafruddin.

Sebagai kepala lurah sekaligus mewakili masyarakat di Kelurahan Panorama, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemkot Bengkulu.

“Saya mewakili masyarakat di Kelurahan Panorama sangat berterima kasih sekali kepada pak walikota dan wawali. Saya merasakan juga bahwa rakyat sangat terbantu sekali dengan bantuan ini,” kata Syafruddin.

Ia menjelaskan, penyaluran rasmie tahap akhir ini tetap melibatkan RT dan RW. Dimana RW selaku koordinator pendistribusian sedangkan RT langsung mendistribusikan melalui relawan-relawannya masing-masing.

“Tetap dengan cara door to door, pendistribusian berjalan aman dan lancar, Alhamdulillah kami juga dibantu oleh tim dari Dinas Kominfo, bahkan kadis kominfo pak Eko turut langsung mengangkut dan membagikan rasmie ke warga. Insya Allah seluruh masyarakat di Kelurahan Panorama dapat semua hari ini,” jelas Syafruddin.

Berdasarkan data, sambung Syafruddin penerima rasmie tahap akhir ini ada penambahan sebanyak 176 dibanding penyerahan tahap pertama lantaralan ada data yang tercecer dikarenakan kurang komunikasi antara RT dengan warga.

“Tahap akhir ini ada penambahan 176, tapi nanti kalau ada kelebihan kita kembalikan ke dinsos. Kemarin sudah ada imbauan pak walikota bahwa untuk mahasiswa cuma 1 kali menerima,” sampai Syafruddin.

Diketahui pendistribusian rasmie tahap akhir ini, seluruh kepala OPD terlibat di lapangan untuk membantu mengawasi dan memastikan bantuan tersalurkan dengan lancar dan aman. Termasuk beberapa anggota DPRD Kota Bengkulu juga ikut membantu sekaligus memantau. [Soprian Ardianto]