PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sebagian pegawai Ditjen Pajak (DJP) akan melaksanakan Work Form Home (WFH) di kantor KPP Pratama Mulai 2 Juni 2020. Kendati demikian, pelayanan langsung atau tatap muka kepada wajib pajak masih dihentikan sementara.

Awalnya, sesuai SE-23/PJ/2020, penghentian pelayanan perpajakan secara langsung atau tatap muka selesai pada hari ini, Jumat (29/5/2020). Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Pratama Bengkulu, Zuli Fathullah kepada pedomanbengkulu.com, Minggu (31/5), penghentian pelayanan tatap muka diperpanjang hingga 14 Juni 2020 mendatang.

“Pelayanan tatap muka masih dihentikan. Kami sedang mempersiapkan protokol pelayanan saat new normal nanti. Semoga dalam dua minggu ke depan kondisinya [perkembangan Covid-19] membaik sehingga kita makin percaya diri untuk membuka pelayanan langsung,” jelas Zuli.

Dia menjelaskan keputusan DJP mempertimbangkan kondisi keselamatan wajib pajak maupun pegawai DJP. Meskipun demikian, seluruh pelayanan secara elektronik atau online bisa tetap dimaksimalkan oleh wajib pajak.

“Wajib pajak masih tetap bisa memanfaatkan layanan online, termasuk lewat whatsapp, email, dan saluran lainnya. Jadi, DJP tetap berupaya maksimal memberi pelayanan kepada wajib pajak,” imbuhnya.

Sebagai informasi, seperti diberitakan sebelumnya, dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-30/PJ/2020 disebutkan ketentuan terkait panduan pelaksanaan tugas dan fungsi serta upaya peningkatan kewaspadaan selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 tetap berlaku.

Ketentuan itu adalah pertama, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020. Kedua, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-15/PJ/2020. Ketiga, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-16/PJ/2020. Keempat, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-18/PJ/2020. [Kucir.06]