PedomanBengkulu.com, Lebong – Tidak masuknya nama Kabupaten Lebong dalam daftar Kabupaten/Kota yang menyandang status zona hijau penyebaran Covid-19 yang diumumkan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 nasional, dalam rilis resminya 102 daerah menyandang status zona hijau, pada Sabtu (30/5/2020). Dimana untuk Provinsi Bengkulu, hanya ada satu Kabupaten yakni Kabupaten Rejang Lebong yang berstatus zona hijau Covid-19. Ternyata hasil rilis resmi gugus tugas nasional tersebut, menjadi polemik dikalangan masyarakat dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebong.

Untuk itu, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Lebong meminta tanggung jawab dan klarifikasi dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu untuk segera meluruskan informasi yang salah tersebut ke BNPB RI.

Informasi terbaru yang didapatkan dari tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lebong, ternyata adanya kesalahan dalam penginputan data oleh Surveilans Kemenkes RI dengan tim gugus tugas Provinsi Bengkulu.

“Berdasarkan hasil koordinasi Kadis Dinkes Lebong dengan Dinkes Provinsi Bengkulu, ternyata ada kesalahan input data. Satu pasien warga Kabupaten Bengkulu Utara dimasukan dalam data Kabupaten Lebong. Ini murni kesalahan mereka dan tentunya kita minta pertanggungjawaban data dan segera klarifikasi kesalahan input data ini dan meminta maaf kepada masyarakat Lebong,” tegas Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lebong, Doni Swabuana yang juga merupakan Plt Kadis Kominfo SP Lebong Minggu (31/5/2020) siang.

Ditambahkan Doni, setidaknya klarifikasi segera harus dilakukan dan jangan menganggap sepele atas adanya human error soal data ini. Apalagi sejak awal seluruh lapisan masyarakat, Pemkab dengan tim Medis dan penjaga Posko Covid-19 perbatasan sudah bekerja maksimal. Kendatipun masih ada beberapa kelalaian tentunya tetap bisa mempertahankan status zona hijau penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lebong.

“Terkait masalah kesalahan data seharusnya Kabupaten Lebong masuk dalam daftar daerah zona hijau, malah tidak masuk ini sedikit banyak membuat upaya semua pihak yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 seolah-olah gagal. Dan ini harus segera diklarifikasi secepatnya,” tegasnya.

Sekali lagi, lanjut Doni, pihaknya meminta klarifikasi secepatnya, selain untuk menenangkan masyarakat, juga sebagai langkah memulihkan semangat para garda terdepan pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Lebong.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim medis, Polres Lebong, Kodim 0409 RL, para relawan, Insan Media dan NGO yang selama ini terus mendukung upaya Pemkab Lebong dalam menjaga Kabupaten Lebong tetap zona hijau dari penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya.[Supriyadi]