Awang Konaevi

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Terkait adanya postingan warga di facebook tentang beras bantuan dari Pemerintah Kota Bengkulu kurang 5 ons, Jumat (22/5/20) pihak Pemkot Bengkulu bersama pihak Bulog menemui langsung warga yang membuat postingan itu.

Warga bernama Awang Konaevi, warga RT 22 Kelurahan Padang Nangka didampingi Bhabinkamtibmas dan Ketua RT 22 mendengarkan langsung penjelasan baik dari pihak Bulog maupun pihak Pemkot Bengkulu.

Dalam pertemuan sekaligus mediasi itu, Awang mengatakan bahwa cuma ada satu karung beras yang takarannya kurang 5 ons saat dilakukan penimbangan. Pihak Pemkot Bengkulu dan pihak Bulog mengatakan itu bukan kesengajaan tapi kemungkinan terjadi karena ada benang karung yang terlepas.

Awang pun memaklumi hal tersebut dan ia sudah menghapus postingannya di facebook. Ini disampaikannya saat mediasi bersama pihak Pemkot Bengkulu dan bulog di rumah Ketua RT 22, Jumat (22/5/20) didampingi anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Padang Nangka.

“Tidak ada maksud yang lain-lain dan tidak ada kepentingan apa pun selain untuk kebaikan bersama agar ada respon dari Pemkot Bengkulu untuk menjelaskan. Dan lurah sudah menjelaskan, katanya karena beras itu dikerjakan banyak orang sehingga ada kemungkinan benangnya lepas, beras tercecer. Dan postingan itu sudah saya hapus. Saya maklum,” sampai Awang.

Ia melanjutkan, postingan itu hanya bentuk koreksi dan kritik bahwa ada beras yang kurang walaupun cuma satu yang kurang. “Komentar banyak orang di postingan itu pun tidak ada yang saya layani. Sekali lagi, tidak ada kepentingan apapun di belakang itu,” tambah Awang.

Awang berterima kasih kepada Pemkot Bengkulu sudah datang menemuinya melalui Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Satpol PP, Camat dan Lurah termasuk dari pihak Bulog untuk menjelaskan perihal adanya salah satu beras yang kurang 5 ons itu.

“Terima kasih kepada Pemkot Bengkulu dan pihak dari Bulog sudah datang dan menjelaskan bahwa kekurangan itu bukan disengaja tapi karena namanya dikerjakan oleh orang banyak dan kemungkinan talinya lepas, mungkin ada beras yang tercecer,” kata Awang.

Plt Satpol PP Kota Bengkulu Saipul Apandi berpesan agar ke depan Awang dan masyarakat secara umum apabila ada persoalan-persoalan seperti ini atau yang berkaitan dengan pemerintah agar tidak langsung membuat postingan di media sosial. Tapi koordinasi ke ketua RT, lurah atau camat terlebih dahulu.

“Jangan sampai nama bulog dan pemda kota buruk karena postingan yang belum ada konfirmasi dan klarifikasinya. Karena masalah bantuan yang berkaitan covid ini dipantau oleh seluruh masyarakat dan seluruh pihak,” kata Saipul.

Ia juga menjelaskan bahwa laporan sekecil apapun dari masyarakat pasti akan respon. “Sekarang kan sudah clear tidak ada masalah lagi,” tutup Saipul.

Kabid Komersil Bulog Kanwil Bengkulu Guslindawati saat memberikan keterangan membenarkan bahwa beras yang kurang 5 ons itu kemungkinan besar karena benang karungnya lepas.

“Bisa jadi tercecer, benang terbuka karena berasnya banyak, yang mengerjakannya juga banyak orang. Tapi katanya tadi kan cuma 1 karung yang kurang,” demikian Guslindawati. [Soprian/Rilis]