Korban saat dievakuasi

Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Hujan deras yang terjadi di wilayah Rejang Lebong sejak Subuh pada Rabu (20/5/2020), menyebabkan 1 orang warga Desa Cahaya Negeri Tewas tertimbun longsor diperkebunan yang berada di seberang Sungai Air Apo Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi.

Disampaikan Kapolres Rejang Lebong AKBP Dheny Budhiono melalui Kapolsek Sindang Kelingi, Iptu Joko Triyanto, warga yang tewas tertimbun material longsor tersebut bernama Jalaludin bin Sapri berumur 51 tahun, warga Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi

“Berdasarkan informasi yang kita terima, korban ini diperkirakan tertimbun tanah longsor sekitar pukul 03.00 WIB pada hari Rabu (20/5/2020). Korban ini pada saat kejadian berada di dalam pondok kebunnya berjarak cukup jauh dari Desa Cahaya Negeri dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 jam, akibat korban hilang tertimbun longsor baru diketahui pada pukul 11.00 WIB, dan baru ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi telah meninggal dunia. Jenazah korban sore tadi sudah disemayamkan di rumah duka di Desa Cahaya Negeri dan rencananya besok pagi akan dimakamkan,” kata Kapolsek.

Ditambahkan Camat Sindang Kelingi, Firdaus mengatakan, jika hujan deras yang terjadi di wilayah itu selain menyebabkan tanah longsor juga banjir akibat tidak berfungsinya saluran drainase di sepanjang Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, mulai dari Desa Pelalo hingga Desa Cahaya Negeri.

“Untuk warga yang meninggal dunia sore tadi sekitar pukul 17.30 WIB berhasil dievakuasi, korban ini meninggal dunia setelah pondoknya tempat tinggalnya di kebun tertimbun longsor,” kata dia.

Sedangkan Kapala BPBD Rejang Lebong, M Budianto membenarkan kejadian banjir dan tanah longsor di wilayah itu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia serta ratusan ton ikan milik petani di Desa Belumai I dan Belumai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding yang hanyut terbawa banjir bandang bersamaan dengan kejadian di beberapa titik lainnya.

“Untuk banjir di dua titik yakni di Desa Cahaya Negeri dan Desa Belumai, kejadian di Cahaya Negeri akibat drainase jalan nasional meluap. Kejadian di Desa Belumai juga menyebabkan satu unit jembatan gantung putus, dan puluhan kolam air deras jebol,” ujar Budianto. [Julkifli Sembiring]