Ditulis oleh: Ramadiya Fitri

Tidak terasa sebentar lagi masyarakat muslim di seluruh dunia akan menyambut hari kemenangan. Setelah 30 hari berpuasa di bulan suci Ramadhan akhirnya datang hari spesial yang ditunggu-tunggu, hari dimana berkumpulnya keluarga besar dan sanak saudara untuk saling bermaaf-maafan, setiap rumah menyuguhkan kue lebaran atau makanan khas daerah yang menambah kemeriahan susasana lebaran.

Di hari ini juga, mereka yang jauh dari kampung halaman dan sibuk dengan pekerjaan menyempatkan waktu berpulang untuk menemui keluarga, tidak kalah anak-anak kecil pun ikut bahagia menyambut lebaran ini. Hari ini merupakan hari spesial yang dirayakan setiap setahun sekali.

Masyarakat suku Lembak Bulang Bengkulu memiliki tradisi turun temurun dan masih berjalan sampai saat ini. Dimulai pada malam takbir masyarakat berkeliling secara bergantian melaksanakan takbir ke rumah-rumah warga. Pada hari raya biasanya dilaksanakan sholat subuh berjamaah di tempat orang tua, anak dan menantu sudah berkumpul. Setelah sholat subuh selesai, langsung berbaris menyalami orang tua satu per satu dimulai dari anak tertua kemudian menantu tertua dan selanjutnya sampai anak terakhir. Sembari menunggu waktu sholat Ied, biasanya yang lebih muda mulai mendatangi rumah saudara-saudara yang lebih tua.

Setelah sholat Ied selesai, selanjutnya adik sanak berkumpul di rumah tua (rumah panggung peningalan nenek moyang yang masih ada dibeberapa wilayah) disinilah keluarga besar, dari generasi ke generasi berkumpul, bukan hanya keluarga inti saja tetapi dari per-sepupuan orang tua juga. Jadi bisa dibayangkan di rumah ini ramai sekali. Dari sini biasanya kita mulai mengetahui siapa saja sanak saudara kita walaupun hubungannya sudah agak jauh. Namun tradisi ini terus dilakukan setiap tahun tujuannya agar keturunan selanjutnya bisa mengetahui silsilah keluarga dan juga untuk mempererat silaturahmi antara keluarga besar.

Lebaran ke-dua tradisi wajib yang dilakukan yaitu berkunjung ke kubur untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal dunia. Di kubur juga selalu ramai, masih dipenuhi dengan aktivitas salam-salaman. Biasanya rumah-rumah penduduk asli suku Lembak Bulang ini selalu ramai sampai lebaran ke-enam.

Itulah tradisi idul fitri yang dilakukan penduduk suku Lembak Bulang Bengkulu, Idul Fitri 1441H ini pasti akan sangat berbeda dari sebelumnya karena tahun ini kita mengikuti arahan pemerintah untuk lebaran di Rumah Saja demi menjaga kesehatan bersama.