PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tidak hanya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Direktur Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) nomornya dikloning Orang Tak Bertanggung Jawab (OTB), dan hal ini juga dialami oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Bengkulu Syahrul Tamzie yang juga di Kloning OTB.

Disampaikan oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, bahwa Kadis Pertanian Kota Bengkulu Syahrul meminta kepada saya (Dedy, red) ditransfer sejumlah uang ke rekening BNI atas nama Yuaswara.

Sebelumnya kata Dedy, ia diminta dikirimkan pesan notifikasi yang masuk dari SMS di HP saya (Dedy, red) lalu dikirim ke WhatsApp pelaku.

“Tadi ada pesan WhatsApp masuk dari kadis pertanian intinya minta bantu. Saya mulai curiga tidak seperti biasanya kadis seperti itu. Saya tanya kenapa. Tiba-tiba ada semacam notifikasi masuk lewat SMS dan notifikasi yang masuk itu dia suruh teruskan ke dia (pelaku),” cerita Dedy.

Usut punya usut tambah Dedy, ternyata yang mengirim pesan whatsapp itu bukan Syahrul karena whatsapp nya sudah dihack atau dibajak OTD. Bahkan saya menerima pesan dari nomor whatsapp Syahrul.

“Untungnya saya (Dedy, red) tidak melakukan apa yang disuruh pelaku karena sudah curiga sejak awal. Kemungkinan besar bila saya (Dedy, red) mengirimkan pesan notifikasi itu kepada pelaku, maka nomor whatsapp saya (Dedy, red) juga bisa dihack oleh pelaku,” jelas Dedy.

Dedy juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu khususnya Pejabat di Lingkungan Pemkot agar lebih berhati-hati jika menerima pesan.

“Dengan kejadian sebelumnya terhadap Kadiskes dan Dirut RSHD, saya yakin modus atau polanya seperti itu adalah penipuan. Jadi saya imbau, terkhusus pejabat di lingkungan Pemkot Bengkulu selalu waspada, jangan langsung percaya,” kata Dedy.

Salah satu anggota DPRD Kota Bengkulu dari F-PAN, Herimanto juga menerima pesan dari nomor whatsapp Syahrul Tamzie. Ia dimintai uang sebesar Rp 5 juta dengan alasan ATM nya tiba-tiba limit.

Herimanto mengatakan bahwa ia juga mendapatkan pesan yang sama agar mengirimkan uang,

“Pak Syahrul itu kalau WA saya tidak pernah pakai bahasa Indonesia. Makanya saya sejak awal sudah curiga. Dia minta dikirim uang Rp 5 juta ke rekening BNI atas nama Yuaswara,” ujar Herimanto.

Dengan kecurigaan tersebut kemudian saya (Herimanto, red) langsung menghubungi Syahrul di nomor yang lain karena Syahrul punya dua nomor.

“Ternyata benar dugaan saya, bahwa bukan Syahrul yang WA minta dikirim uang,” pungkas Herimanto. [Soprian Ardianto]