PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan memberikan penghargaan kepada 2000 petugas penaganan Covid-19. Penghargaan ini diberikan kepada petugas kesehatan juga petugas lainnya yang terlibat dari berbagai dinas instansi termasuk TNI/Polri. Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, mengatakan penghargaan yang akan diberikan tersebut dalam bentuk piagam, dan akan diserahkan Rabu (30/6/2020).

“Penghargaan ini kita berikan sebagai apresiasi atas kerja keras berbagai elemen di daerah itu penanganan penyebaran virus Covid 19. Hingga saat ini bisa mempertahankan Rejang Lebong Zona Hijau karena kerja keras seluruh masyarakat dan elemen, instansi dan noninstansi. Kerja keras mereka ini perlu dihargai, karena kita tahu kerjanya tidak gampang,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati, Petugas yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini, sebagai contohnya adalah yang berjaga di posko perbatasan Rejang Lebong dengan Kota Lubuklinggau, Sumsel, maupun di posko perbatasan dengan Kabupaten Kepahiang yang bertugas sejak 16 Maret 2020 lalu dan saat ini memasuki bulan keempat.

“Petugas ini rela meninggalkan keluarga, meninggal anak-anaknya, meninggalkan isterinya untuk menjaga kesehatan orang banyak dan dia sendiri belum tahu nasibnya, jadi wajar lah kalau kita berikan apresiasi,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan bersamaan pemberian penghargaan ini nantinya juga akan dilakukan penutupan posko penjagaan perbatasan dengan Kabupaten Kepahiang, dan hanya menyisakan posko perbatasan antara Rejang Lebong dengan Kota Lubuklinggau, Sumsel, yang saat ini masih berstatus zona merah.

“Meski ada penutupan posko, tapi kita tetap melakukan upaya pemantauan dengan memerintahkan 156 kepala desa dan lurah tersebar dalam 15 kecamatan guna memantau orang asing yang masuk ke wilayahnya masing-masing yang berkemungkinan membawa virus itu. Jika ada pendatang diminta untuk segera dilaporkan kepada petugas puskesmas, camat, kepala desa, lurah atau pemda setempat sehingga bisa lakukan “rapid test” guna menghindari kemungkinan penyebaran oleh para pendatang ini mengingat di wilayah itu jumlahnya sudah mencapai 12.000-an orang kendati dari jumlah itu setelah diperiksa tidak ada yang terpapar COVID-19,” kata Bupati.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir menyampaikan saat ini di Kabupaten Rejang Lebong terdapat 12.319 pelaku perjalanan atau notifikasi dari zona merah, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) tiga orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak dua orang. [Julkifli Sembiring]