PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Walikota Bengkulu Helmi Hasan meninjau langsung PT SAN Putra Sejahtera dalam berinovasi menghadapi Corona Virus (Covid-19) yang juga telah ikut berkontribusi dan partisipasi dalam mendukung program Pemerintah untuk memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat.

Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan langsung di loket SAN dalam proses pengoperasian bis serta penumpang, apakah sudah melakukan standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19 atau belum.

Dikatakan oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakilnya, dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19 dan ekonomi terus berjalan makan kita semua harus membiasakan hidup yang normal, hidup yang bersih dan sehat.

“Dalam mendukung pemerintah Pusat dalam menghadapi pandemi Covid-19 kita semua harus mengikuti protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan, menggunakan masker, agar Indonesia kembali normal, begitu juga dengan ekonomi,” ungkap Walikota Bengkulu Helmi Hasan pada (05/06/2020)

Helmi juga menyampaikan, setelah mendengarkan langsung penjelasan dari President Commissioner PT SAN Putra Sejahtera, Hasanuddin Adnan, bahwa ia mengatakan bahwa pihaknya mulai mengoperasikan bis dengan standar Covid-19 sejak 2 bulan lalu.

“PT SAN ini dalam mengoperasikan Bis dan membawa penumpang telah melakukan SOP protokol kesehatan yang ada, memberikan pelayanan yang sudah sesuai dengan standar protokol Covid-19, bagi masyarakat yang ingin berpergian silahkan datang ke loketnya.” sampai Helmi.

Helmi juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT SAN ini dalam mengutamakan keselamatan penumpang agar tidak terpapar covid-19.

“PT SAN ini dalam mengutamakan keselamatan penumpang agar tidak terpapar covid-19, dengan menyediakan laboratorium sendiri untuk menguji rapid test. Ini dilakukan demi kebaikan bersama dan demi mengikuti program pemerintah,” ujar Helmi.

Ditempatkan yang sama President Commissioner PT SAN Putra Sejahtera, Hasanuddin Adnan, mengatakan, pihaknya tidak akan memberangkatkan penumpang bis bila penumpang tidak mempunyai surat-surat lengkap seperti rapid tes, surat kesehatan, izin dari lurah, atau surat izin perjalanan dan lainnya.

“Kami mengoperasikan bus hanya boleh 50 persen dari kapasitas kursi dan itu kita buat duduknya dengan sistem zig-zag. Makanya kami bikin sendiri petunjuknya supaya penumpang tidak bingung lagi,” jelas Hasanuddin Adnan.

Berpartisipasi dalam memutuskan mata rantai penularan covid-19 kita sangat mendukung sekali anjuran dari pemerintah, dengan jumlah kapasitas kursi kita hanya memperoleh setengah dari biasanya.

“Dengan mengikuti pemerintah dan protokol kesehatan, makan kita semua bisa menggunakan transportasi darat kembali, tetapi dengan standar yang sudah ditentukan agar penyebaran Covid-19 bisa berkurang,” jelas Hasanuddin. [Soprian Ardianto]