PedomanBengkulu.com, Bengkulu Kota — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu memeriksa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu karena diduga tidak netral menjelang atau dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Senin (29/6/2020).

Berdasarkan data terhimpun, ada tiga orang yang dipanggil dan diperiksa oleh Bawaslu Provinsi diantaranya JD, SR, dan BR. Dari ketiganya itu salah satunya merupakan Kepala Dinas di istansi Pemprov Bengkulu.

Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Persadaan Harahap S.P.M.S.i saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Bawaslu Provinsi Bengkulu ada memanggil dan memeriksa oknum ASN Pemprov Bengkulu. Persadaan menyebutkan ada tiga orang ASN yang dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tidak netral tersebut.

“Untuk yang rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) baru tiga. Untuk yang temuan baru satu,” kata Persadaan Harahap.

ASN yang dipanggil tersebut, sambung Persadaan Harahap, masih dalam proses klarifikasi. Persadaan Harahap menegaskan, agar ASN tidak berpolitik apalagi sampai menggunakan fasilitas dan jabatannya untuk mendukung politisi dalam Pilkada 2020.

“ASN jangan coba coba berpolitik praktis apalagi menggunakan fasilitas dan jabatannya dalam mendukung politisi,” jelas Persadaan Harahap. [Anto]