Hj Riri Damayanti John Latief

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Bengkulu memiliki potensi bidang perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang sangat melimpah, namun sayangnya pemanfaatan potensi perikanan laut di wilayah itu saat ini baru mencapai 55 persen.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan, setelah mencermati berbagai masukan dari pakar, beberapa rekomendasi layak diadopsi dan diaplikasikan untuk mewujudkan Bengkulu yang maju di sektor keluatan dan perikanan.

“Nelayan-nelayan kecil di Bengkulu perlu diusahakan secara berangsur-angsur menjadi nelayan menengah dan nelayan besar sehingga mampu menjelajah ke seluruh wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dan laut lepas Samudera Hindia. Tidak mudah memang, tapi kalau direncanakan sejak sekarang, Bengkulu pasti bisa,” kata Riri Damayanti, Kamis (25/6/2020).

Kedua, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini melanjutkan, pentingnya terus menerus menanamkan investasi pada penggunaan alat penangkapan ikan ramah lingkungan.

“Jangan ada lagi konflik antar nelayan. Seluruh alat tangkap yang bermasalah secara hukum perlu diganti dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. Kalau tidak bisa sekaligus, lakukan secara bertahap. Jangan sampai tidak ada sama sekali,” ungkap Riri Damayanti.

Ketiga, Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur itu memaparkan, melakukan pemberatasan penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia yang dilakukan oleh nelayan asing yang semakin marak sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

“Kapal-kapal berbendera asing ini sering dilaporkan melakukan penangkapan ikan dengan cara yang merusak, seperti penggunaan bom dan bius ikan. Dan mereka mengeruk ikan dalam jumlah yang besar. Ini harus dicegah. Dulu pernah masif, dan ke depan harus tetap masif,” ungkap Riri Damayanti.

Keempat, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu ini menambahkan, perbaikan perbaikan ekosistem pesisir dan kawasan tambak yang telah mengalami kerusakan.

“Pencemaran dan kerusakan di pusat-pusat perikanan tangkap dan perikanan budidaya perlu direstorasi agar produksi ikan dapat terus ditingkatkan. Saya yakin kalau hal-hal ini diperhatikan oleh pemerintah daerah, Bengkulu bisa keluar dari ketertinggalan dan punya banyak pemasukan untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan,” demikian Riri Damayanti. [Muhammad Qolbi]