PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu mengkampayekan rebranding BKKBN salah satunya “2125” pada momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 tahun 2020 di Balai Raya Semarak Bengkulu, Senin (29/6).

“2125 ini merupakan usia ideal menikah bagi remaja. Yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 bagi laki-laki,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ir. Rusman Efendi, MM.

Mengusung tema “BKKBN Baru Dengan Cara Baru Dan Semangat Baru Hadir Didalam Keluargamu,” Pada tahun 2020 ini, BKKBN bertekad untuk membangun cara dan semangat baru dalam membantu keluarga mewujudkan keluarga berkualitas.

“Semoga hal ini dapat menjadi pemicu bagi BKKBN bersama keluarga lndonesia untuk dapat terus menerus meningkatkan ketahanan keluarga, sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih baik,” harapnya.

Disebutkan Rusman, BKKBN dengan program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) tidak hanya melaksanakan pelayanan KB semata, namun juga membina ketahanan keluarga dengan pelaksanaan 8 fungsi keluarga. BKKBN menjadikan momentum Harganas sebagai ajang pelayanan serentak guna mengatrol kesertaan ber-KB yang diperkirakan drop selama masa pandemi. Secara nasional, BKKBN menargetkan pelayanan serentak 1 juta akseptor.

“Semoga momentum Harganas ke-27 ini dapat membawa kita kembali mengoptimalkan segala sumber daya yang kita miliki. Dengan menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai peringatan akan pentingnya keluarga sebagai dasar pembangunan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, Hari Keluarga Nasional diperingati sejak tahun 1993. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional, yang menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional.

Penetapan ini didasarkan atas sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang berjuang dengan gigih, hingga pada 22 Juni 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh, dan seminggu kemudian tepatnya pada 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarganya. Hal inilah yang melatarbelakangi kelahiran Hari Keluarga Nasional yang kemudian dikenal sebagai Harganas. [Kucir.06/ADV]