PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Berdasarkan update per 5 Januari dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau Corona Provinsi Bengkulu tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif Corona di Provinsi Bengkulu, tetapi ada penambahan 14 kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu Jaduliwan mengatakan, tidak ada penambahan kasus positif Corona di Bengkulu. Ia berharap tidak ada lagi penambahan kasus positif Corona. Pihaknya menegaskan agar seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketetapan karena itu sangat utama dalam mencegah Corona.

“Mari kita disiplin menggunakan masker saat diluar, mencuci tangan saat kegiatan khususnya dalam pelayanan publik dan menjaga jarak, serta menerapkan pola hidup yang beesih dan sehat,” jelas Jaduliwan.

Jaduliwan menuturkan, berdasarkan update, sampel yang diperiksa di laboratorium berjumlah 1.138, sampel positif 92, sampel dalam proses pemeriksaan 169 dan jumlah Pengambilan  Swab di Labkesda Provinsi Bengkulu 2 sampel.

“Untuk data lainnya terjadi penambahan ODP sebanyak 14 kasus, dengan rincian 13 Kasus dari Kota Bengkulu dan 1 kasus dari Rejang Lebong yang bersangkutan meninggal tadi malam,” terang Jaduliwan.

Sedangkan untuk jumlah PDP sebanyak 55 orang,
PDP yang dinyatakan sehat 12, PDP menjadi konfirmasi 7, PDP proses pengawasan/dirawat 17 dan jumlah tambahan PDP yang dilaporkan hari ini 1 orang.

“PDP yang dilaporkan hari ini yaitu DLH laki-laki
umur 42 tahun alamat Kota Bengkulu, keluhan sesak nafas, diare dan lemas, saat ini dirawat di RSUD M. Yunus Bengkulu,” ungkap Jaduliwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, kembali menegaskan seluruh Rumah Sakit agar dapat melaksanakan pelayanan kepada masayarakat dan jangan sampai Covid-19 membuat pelayanan-pelayanan menjadi tidak maksimal.

“Kami minta kepada seluruh Direktur Rumah Sakit dan jajaran agar mengaktifkan kembali pelayanan yang selama ini tidak optimal, dimana kita menuju new normal ini berarti kita mulai mempersiapkan, tentu protokol kesehatan menjadi hal yang utama, tapi jangan sampai pasien yang masuk menjadi terkendala, khususnya pada pasien gawat darurat dan emergency,” tegas Herwan. [Anto]