PedomanBengkulu.com, Lebong – Unit PPA Satreskrim Polres Lebong hingga saat ini masih menggali informasi, sekaligus pengembangan data terkait kasus pencabulan anak yang dilakukan pelaku BDR (25) di Kecamatan Topos. Jika saat ini baru dua korban yang melaporkan, Polisi masih mengejar informasi jika masih ada korban lainnya. Bahkan polisi saat ini sudah mengendus adanya calon tersangka lain, yang dari beberapa informasi sementara terduga pelaku lainnya tersebut, juga diduga kuat melakukan pencabulan sesama jenis dengan korban yang sama.

“Sementara baru BDR yang disangkakan melakukan tindak asusila terhadapnya dua anak-anak dan itu sudah diakui tersangka. Tapi kita tetap terus menggali informasi, terkait adanya calon tersangka lain dengan kasus yang sama,” ungkap Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Ahmad Bustanil kepada PedomanBengkulu.com (10/6/2020) siang.

Dikatakan Andi, untuk saat ini pihaknya masih fokus melengkapi berita acara pemeriksaan untuk tersangka BDR dengan dua korban tersebut. Khusus yang BDR, jika masih ada korban lainnya pihaknya minta kooperatif melaporkan kepada polisi.

“Untuk dugaan adanya rekan BDR, kita masih harus punya data lengkap termasuk bukti-bukti penguat, sebelum memproses kasusnya. Karena sampai saat ini masih sebatas informasi lisan dan itu perlu dikuatkan dengan adanya pengakuan korban secar resmi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dunia pendidikan Kabupaten Lebong tercoreng, oleh ulah pelaku BDR (26) pria yang berprofesi sebagai guru Honorer, sekaligus dikenal aktif sebagai pembina Pramuka sekolah di Kecamatan Topos. Rabu (3/6/2020) sekitar Pukul 10.00 WIB, BDR akhirnya diciduk Polsek Rimbo Pengadang. Berdasarkan laporan korban yang masih dibawah umur dengan nomor LP/B-166/V/2020/Bkl/Res Lebong/ Sek RBP, tertanggal 28 Mei 2020.

Penangkapan BDR itu sendiri, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang melakukan asusila yakni sex menyimpang kepada dua bocah yang masih dibawah umur. Dari data sementara, aksi asusila sang guru honorer tersebut sudah melakukan aksinya sejak tahun 2018 hingga bulan April 2020. Kepada dua bocah tersebut, pelaku telah melakukan perbuatan cabul dengan meminta korbannya untuk memegang dan oral sex. Bukan itu saja, pelaku juga diduga melakukan perbuatan yang sama pada kemaluan korban. Dari keterangan korban, perbuatan asusila tersebut sudah dilakukan sekitar 8 kali dirumah kediaman pelaku. [Supriyadi]