PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Menangis tersedu-sedu Ibu Rumah Tangga (IRT) Jemi Lia Susanti (35) warga RT 15 Padang Serai yang bingung ingin menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar (SD) 37 Kota Bengkulu, karena terkendala biaya dan akhirnya memberanikan diri melapor ke Walikota Bengkulu Helmi Hasan via WA.

Ibu Lia (35) sapaanya sehari-hari, yang bekerja sebagai Guru Ngaji ini memberanikan diri untuk menghubungi Walikota Bengkulu Helmi Hasan karena takut anaknya yang nomor dua Muhammad Latif Al-Zaki tidak sekolah seperti anak pada umumnya.

Setelah memberanikan diri menghubungi Helmi Hasan dan langsung di respon lalu menceritakan keadaan yang sebenarnya. Helmi Hasan langsung menghubungi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Nopri Waliha, yang menceritakan bahwa ada orang tua murid disalah satu SD yang ingin menyekolahkan akan tetapi terkendala di biaya,

Dengan respon cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan, Nopri Waliha langsung menghubungi ibu Lia dan akan memastikan bahwa anaknya tersebut harus bersekolah seperti anak pada umumnya.

“Ibu tidak usah khawatir bahwa anak ibu tidak bisa bersekolah dikarenakan terkendala dari biaya, dan kamipun akan memastikan anak ibu akan bersekolah di SD tersebut, karena sesuai visi-misi Walikota Bengkulu Helmi Hasan, setiap anak itu tidak boleh tidak bersekolah, apa lagi terkendala dibiaya,” sampai Nopri Waliha saat dihubungi PedomanBengkulu.com Via Telepon (25/06/2020).

Ditempat yang berbeda Ibu Lia saat dihubungi, juga menceritakan bahwa ia sangat takut apabila anaknya tidak bisa sekolah karena biaya, suami saya hanya penjual minuman dingin di Pantai Taman Berkas, semenjak pandemi Covid-19 pendapat suami saya hanya Rp20.000 sehari. Sedangkan biaya untuk masuk kesekolah tersebut harus bayar sebesar Rp600.000 dan bisa dicicil.

“Biaya pakaian, di luar baju merah-putih sama batik Rp600.000 dan bisa dicicil. Saya sangat takut apabila anak saya tidak sekolah, saya takut karena tidak bisa membiayai, pendapat suami saya hanya Rp20.000 per hari, itupun cukup untuk bensin dan makan sehari-hari,” jelas Ibu Lia kepada PedomanBengkulu.com.

Dengan kekhawatiran tersebut ibu Lia bercerita kepada suaminya, dan belum ada solusi dari suaminya, hingga ibu Lia sampai sakit memikirkan anaknya, lalu ia mencoba memberanikan diri menghubungi Walikota Helmi Hasan.

“Saya memberanikan diri untuk meminta bantuan kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan, dan Alhamdulillah Allah mengabulkan doa saya dan anak saya agar bisa bersekolah,” kata Ibu Lia.

Besok saya (Lia,red) di panggil ke kantor Dinas Pendidikan Kota Bengkulu untuk mencari solusi bagaimana anak saya bisa sekolah.

“Tadi Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Nopri Waliha, sudah menghubungi dan akan memberikan solusi bahwa anak saya tetap harus sekolah,” pungkas Ibu Lia. [Soprian Ardianto]