Ilustrasi

Gejala stres sudah tidak asing, bahkan menjadi salah satu hal normal dalam kehidupan modern yang serba cepat. Namun, keluhan akan stres ini semakin melambung selama pendemi.

Protokol pemerintah untuk berdiam diri di rumah untuk waktu yang lama, ditambah dengan pola hidup yang monoton, tentu sangat berisiko membangkitkan rasa stres. Namun, daripada harus datang ke psikiater yang memakan kocek besar, ada beberapa cara mudah yang dapat menekan rasa stres dan dapat diaplikasikan di rumah.

Dalam Islam, menghadapi segala macam bentuk masalah selalu ada jalan keluarnya karena kita percaya bahwa semua itu adalah ujian yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’alla. sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an yang artinya;

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q. S. Ali ‘Imron : 139).

Dilansir dari beberapa sumber, lima cara mengelola stres sebagai berikut,

1. Mendasari niat dengan ikhlas

Jika semua perbuatan didasarkan pada ikhlas demi mengharap ridha Allah, maka apapun hasil yang diperoleh tidak akan menimbulkan stress. Allah subhanahu wa ta’alla berfirman yang artinya,

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q. S. At-Taubah : 91).

2. Shalat

Shalat merupakan media untuk kita berkomunikasi kepada Allah subhanahu wa ta’alla. Dengan menjaga shalat wajib serta mengerjakan shalat sunnah yang telah dianjurkan, turut membantu menjaga ketentraman hati sehingga mampu mengatasi segala permasalahan emosional yang sedang dihadapi.

Shalat merupakan obat untuk berbagai penyakit sekaligus penolong. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’alla yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q. S. Al Baqarah : 153).

3. Berdzikir

Dzikir artinya mengingat Allah, tidak hanya dalam lisan tetapi juga untuk setiap perbuatan yang kita lakukan. Hadirkan Allah disetiap hela napas kita dengan berdzikir, dengan begitu kita akan menjadi tenang sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’alla yang artinya;

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q. S. Ar-Ra’d).

4. Tawakkal

Tawakkal kepada Allah mengajarkan untuk selalu bersikap dan berpikiran positif. Seorang yang tawakkal kepada Allah akan bisa bersyukur terhadap apapun yang ia terima. Kemudian apabila ia ditimpakan suatu musibah atau cobaan, ia selalu berserah diri kepada Allah dan sabar menghadapinya.

5. Beramal shaleh

Kunci untuk mendapatkan kehidupan yang damai dan tentram ialah dengan melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhi semua yang telah dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’alla. Orang-orang yang dalam hidupnya senantiasa beramal shaleh, kehidupannya akan menjadi lebih baik di setiap sisi tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak.

Salah satunya dengan melakukan kegiatan humanis seperti bersedekah atau menyajikan makanan bagi mereka yang tidak terlalu beruntung, juga mampu membangkitkan rasa bahagia bagi siapa pun yang melakukannya. Rasa bahagia yang tumbuh itu, secara otomatis akan menghilangkan rasa stres.

Allah subhanahu wa ta’alla berfirman yang artinya,

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q. S. An-Nahl : 97).

Itulah beberapa cara mengelola stress dalam Islam, sesungguhnya setiap kejadian tidak terlepas dari kehendak Allah subhanahu wa ta’alla. [Suci Kusuma]