Suasana lengang di Kantor Kelurahan Kampung Kelawi, Kamis (4/6/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Dikabarkan Lurah Kelurahan Kampung Kelawi Kecamatan Sungai Serut terkonfirmasi positif terpapar Corona Virus (Covid-19) dan saat ini aktivis Kantor lurah ditutup sementara dalam melayani masyarakat sejak Rabu (2/6/2020).

Hal ini disampaikan oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan untuk sementara aktivitas di kantor lurah diberhentikan, untuk mengantisipasi penyebab covid-19.

“Saat ini aktivitas diberhentikan untuk sementara waktu, mengingat lurah, kelurahan Kampung Kelawi terkonfirmasi positif dari (Covid-19),” ungkap Walikota Bengkulu Helmi Hasan, pada Rabu (3/6/2020).

Helmi Hasan Walikota dua periode tanpa kampanye ini, menambahkan saat ini petugas sedang men tracking siapa saja yang pernah kontak kepada Lurah tersebut.

“Petugas saat ini sedang men tracking siapa saya yang pernah kontak dengan lurah tersebut, dan kemana saja perjalanannya, serta saat ini aktivitas kantor lurah diberhentikan dulu, nantinya tugas lurah tersebut akan diambil alih oleh lurah yang lain,” jelas Helmi.

“Kita do’a saja semoga lurah yang bersangkutan cepat pulih dan Kelurahan Kampung Kelawi bisa beraktivitas normal kembali,” ajaknya.

“Semoga lurah kelurahan Kampung Kelawi cepat pulih dari covid-19, dengan berdo’a dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala insyaAllah pulih dari covid-19,” doa Helmi.

Salah satu warga, Sinta, mengatakan saat aktivitas di kantor lurah sedang diberhentikan sementara waktu, karena lurah terkonfirmasi positif covid-19.

“Ya benar, lurah kelurahan Kampung Kelawi Positif Covid-19, dan aktivitas pun saat ini diberhentikan, dan warga yang merasa pernah kontak dengan beliau saat ini sedang mengisolasi secara mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Ditempatkan yang berbeda, Tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Bengkulu melalui kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni membenarkan kasus terkonfirmasi positif tersebut.

“Ya, benar berdasarkan hasil swab yang diterima pada Sabtu (30/5/2020) yang lalu, kasus nomor 80 dan bukan merupakan kluster baru,” singkat Herwan via WhatsApp. [Soprian Ardianto]