Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani.

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kabar gembira menghampiri jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Bengkulu. Keresahan tentang besaran jumlah iuran kesehatan, akhirnya terbayar lunas usai Asisten III Setda Provinsi Bengkulu, Hj Yuliswani melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Rakor di ruang pertemuan Setda Provinsi pada Selasa (30/6/2020), berlangsung secara online sekira pukul 09.00 WIB.

“Ini rapat pemangku kepentingan untuk Provinsi Bengkulu,” kata Yuliswani, kepada awak media.

Lanjut Yuliswani, pertemuan juga disertai para Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta, membahas tentang perubahan Permendagri, mengenai iuran kesehatan para ASN di Provinsi Bengkulu.

“Tidak ada pembahasan tentang insentif. Disampaikan tadi, ada perubahan Permendagri untuk iuran kesehatan Pegawai Negeri Sipil (PNS),” imbuhnya.

Perubahan yang dimaksud, ialah tentang besaran iuran kesehatan yang harus dikeluarkan dari anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun 2020. Dan jumlah yang wajib diserap itu, kisaran 1% dari anggaran yang terealisasi nantinya.

“Untuk iuran kesehatan PNS itukan, tidak hanya gaji pokok, tapi termasuk juga pada TPP. Besarannya dibayarkan satu persen dari realisasi anggaran,” kata Yuliswani.

Sayangnya, perempuan bertubuh gempal masih enggan membeberkan berapa jumlah anggaran TPP provinsi Bengkulu yang diajukan. Alasannya, setiap realisasi anggaran yang dilakukan tidak selalu sesuai dengan pengajuan awalnya.

“Penganggaran itukan tidak semuanya terealisasi, nanti ada persepsi yang beda. Karena dalam realisasi kan ada tahapannya,” tutup Yuliswani. [Alfi]