PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pencabutan Meteran Arus Listrik di Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Propinsi Bengkulu menarik simpati salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu.

Disampaikan oleh DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah Putra Sembiring pencabutan Meteran Arus Listrik di Komisi KPID Propinsi Bengkulu adalah sejarah terburuk birokrasi Pemerintah Daerah (Pemda) Propinsi Bengkulu dalam pencairan dana Hibah APBD bagi Lembaga Daerah sejak propinsi Bengkulu ini terbentuk.

“Sebagai Anggota Komisi I DPRD Propinsi Bengkulu yang salah satu Mitranya adalah Kominfotik dan KPID menyatakan kecewa terhadap peristiwa yang memalukan tersebut,” jelasnya.

Dengan kejadian yang memalukan tersebut Usin sangat menyayangkan serta mempertanyakan tentang dana hibah lembaga stakeholder yang lain.

“Bagaimana dengan pencairan Dana Hibah lembaga dan stakeholder yang lain, mengapa yang lain bisa dicairkan sementara yang lain tidak,” ungkap kesal Usin.

Usin menambahkan jika Pemda Propinsi Bengkulu tidak mencairkan dana hibah yang dimandatkan dalam APBD Propinsi Bengkulu, maka saya mengajak untuk menyumbang.

“Saya mengajak warga untuk membantu KPID dengan menyumbangkan berapapun nilainya agar KPID Bengkulu bisa memasang kembali KWH meter listrik agar kantor KPID bisa beroperasi lagi,” pungkas Usin. [Soprian Ardianto]