Sejak kurun waktu lima tahun terakhir, banyak keadaan abnormal yang terjadi di Bengkulu. Di tengah sumber daya alam yang melimpah, angka pengangguran dan kemiskinan masih tergolong tinggi.

Alam yang indah justru berbuah malapetaka. Banjir merenggut puluhan korban jiwa dan membuat puluhan ribu manusia terpaksa mengungsi. Penyu-penyu ditemukan mati mendadak di pinggir pantai.

Sejak lima tahun lalu, ekonomi tidak banyak berubah. Masih banyak uang yang diusahakan di Bengkulu lari keluar Bengkulu. Bengkulu belum punya produk unggulan yang bisa diekspor selain mengandalkan produk mentah. Banyak aset-aset yang dibangun dengan dana ratusan miliar rupiah tetap terbengkalai hingga sekarang.

Tidak ada prestasi yang benar-benar pantas untuk dibanggakan. Tidak ada terobosan-terobosan hebat yang bergema di tingkat nasional. Tidak ada gedung-gedung yang dibangun yang manfaatnya langsung bisa dirasakan banyak orang.

Berpenduduk mayoritas muslim dan syarat akan kehidupan masyarakat yang religius, namun nilai-nilai keagamaan seakan jauh dari kehidupan para pemimpin dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Lima tahun sudah cukup!

Membiarkan Bengkulu terus dalam kehidupan abnormal akan membikin malu generasi terdahulu, mencelakai generasi masa kini dan membahayakan generasi masa depan. Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Bengkulu mesti berganti haluan, berganti pemimpin.

Ganti sosok lama dengan sosok yang bisa menciptakan keadaan baru untuk Bengkulu yang normal, yang dengan sumber daya alam dan manusianya mampu membawa Bumi Rafflesia menjadi provinsi yang makmur dan bahagia.

Bengkulu butuh sosok yang bisa mengembalikan watak rakyat Bengkulu sebagai masyarakat yang religius, menghidupkan masjid-masjid agar buka 24 jam dengan amalan-amalan agama secara sempurna sebagaimana yang diteladani oleh manusia yang agung, kiblat amalan-amalan manusia, Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Itulah jalan untuk mewujudkan Bengkulu baru yang normal, new Bengkulu normal. Bengkulu yang pemimpinnya selalu berusaha menjemput rida Allah subhanahu wa ta’ala agar berkenan menurunkan keberkahan dari langit dan mengeluarkan keberkahan dari bumi, cerdik pandainya kompak ikut serta mewujudkan kemakmuran dan kebahagiaan di tengah-tengah masarakat, penduduknya saling berkasih sayang dalam kebenaran dan ketakwaan.